Kedelai Makin Mahal, Berapa Harga Tahu 1 Kg?

Ilustrasi : Salah satu hasil masakan tahu - www.vemale.com

JAKARTA – terhadap yang terus melemah membuat kedelai sebagai utama pembuat tahu dan tempe terus merangkak . Meski demikian, pihak berwenang menjamin harga tahu dan tempe di bakal tetap stabil. Namun, kenyataan di , harga 1 kg tahu kini perlahan , meski tidak terlalu signifikan.

“Harga kedelai dunia saat ini turun ke level 800 dolar AS per ton, sehingga pelemahan rupiah tidak memengaruhi harga tahu dan tempe,” jelas Direktur Barang Kebutuhan Pokok dan Barang Penting Kementerian Perdagangan, Tuti Prahastuti. “Kalau dilihat harga per Mei, 1.050 dolar AS per ton, tetapi September turun menjadi 800 dolar AS per ton meski rupiah terus melemah.”

Tuti sendiri mengakui bahwa 90 persen komoditas kedelai untuk bahan pembuat tahu dan tempe masih berasal dari impor karena stok dari dalam negeri tidak bisa terpenuhi. Meski demikian, hal tersebut diimbangi dengan turunnya harga serta rantai distribusi tidak pendek. “Nah, karena harga turun, maka tidak terlalu berpengaruh,” sambung Tuti.

Lain pemerintah, lain pula dengan para dan produsen tahu. Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap greenback berimbas pada harga sejumlah kebutuhan bahan pokok, termasuk kedelai yang masih impor. Kondisi tersebut memaksa para produsen tahu dan tempe berimprovisasi agar mereka tidak gulung tikar, salah satunya dengan memangkas takaran tahu.

“Kenaikan kedelai saat ini sekitar Rp300 per kg, dari Rp7.000 naik menjadi Rp7.300 per kg,” tutur Widi, salah satu produsen tahu asal Dusun Purwogondo, Kantasura, Sukoharjo, dilansir Jawa Pos. “Agar tidak merugi, saya mengurangi takaran tahu yang dijual ke konsumen. Biasanya sebungkus isinya 10 potong, sekarang saya kurangi menjadi 9 potong dengan harga Rp3.000 per bungkus.”

Sementara itu, Ketua Umum Gabungan Koperasi Produsen Tahu Tempe Indonesia (Gakoptindo), Aip Syariffuddin, menuturkan bahwa melemahnya nilai tukar rupiah dalam beberapa hari terakhir menimbulkan dampak bagi para perajin tempe dan tahu, meski masih sedikit. Untuk di , harga komoditi kedelai akan berbeda-beda karena ada biaya transportasi yang digunakan. Hal ini secara tidak langsung turut menambah kenaikan harga di tingkat perajin kedelai.

Loading...