Kecil Kemungkinan Facebook Diblokir, Ini Alasannya

FacebookFacebook

JAKARTA – Akhir-akhir ini, salah satu kabar yang cukup menyita perhatian adalah rumor bahwa pemerintah Indonesia bakal melakukan pemblokiran terhadap karena kebocoran pengguna yang melibatkan Cambridge Analytica. Meski sebelumnya sempat memblokir situs-situs seperti Tumblr, Reddit, dan Vimeo, namun sejumlah analis menilai, kejadian serupa tampaknya tidak bakal terjadi pada kasus .

“Pemerintah mungkin malah mencari cara lain untuk menggunakan pengaruh, seperti mengambil kendali atas kegiatan Facebook di Indonesia,” ujar Yohan Misero, analis Hak Asasi Manusia dari LBH , seperti dikutip Tech in Asia. “Kecil kemungkinan kasus penyalahgunaan data akan meningkat, meskipun ada landasan dalam Undang-Undang dan Transaksi Elektronik.”

Menurutnya, undang-undang tersebut sulit ditegakkan. Pasalnya, sulit menemukan pelaku individu karena ini dilakukan Facebook secara sistematis. “Momentum ini mungkin akan digunakan untuk ‘memaksa’ Facebook berinvestasi lebih banyak di kantor lokal dan meluncurkan lebih banyak tempat kerja dan pusat data lokal,” sambungnya.

Pemikiran yang sama diutarakan Damar Juniarto, pendiri kelompok Digital Democracy Forum. Ia melihat, pemerintah menggunakan (ancaman penutupan) sebagai upaya intimidasi. Menurutnya, ini adalah satu-satunya senjata yang dimiliki pemerintah jika dialog dengan Facebook tidak berjalan lancar. “Sistem hukum Indonesia tidak dilengkapi untuk menindak Facebook,” ujar Damar.

Facebook sendiri sudah mengambil langkah-langkah untuk menenangkan pemerintah Indonesia, termasuk melakukan audit semua aplikasi pihak ketiga yang memiliki akses ke data pengguna melalui API perusahaan dan membatasi data yang dapat dikumpulkan oleh fitur Facebook Login. Dibutuhkan langkah-langkah yang sama secara .

Untuk membasmi berita palsu (hoax) di Indonesia, perusahaan dilaporkan juga meluncurkan inisiatif pengecekan fakta dengan Tirto, sebuah media online lokal, dan berencana bermitra dengan LSM, seperti kelompok pemuda dan lembaga pemantau pemilu, untuk meningkatkan literasi digital melalui lokakarya dan melalui pemberitahuan Facebook.

Facebook sebenarnya menolak berkomentar tentang kabar itu, tetapi pendiri Tirto, Sapto Anggoro, mengatakan kepada Tech in Asia bahwa raksasa media sosial memang mendanai program tersebut. Meskipun dia tidak dapat mengungkapkan berapa banyak anggaran untuk program, dia mengatakan itu akan memungkinkan Tirto untuk mempekerjakan staf penuh waktu di masa depan.

“Ada lebih banyak hal yang harus dilakukan, meski berita palsu dan masalah pidato kebencian di Asia sangat besar,” kata Sapto. “(Facebook) membutuhkan lebih banyak mitra, dengan campuran solusi teknis dan lebih banyak orang dan pelatihan. Dan, perlu koordinasi dengan lembaga seperti Kementerian IT dan Dewan Pers sehingga pekerjaan ini dianggap sah.”

Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara juga dinilai kurang mungkin untuk menindaklanjuti ancamannya memblokir jaringan sosial. Setelah mengatakan dia tidak akan ragu-ragu untuk memblokir Facebook jika perlu, dia lantas melunakkan bahasanya, mengatakan kepada media Kompas bahwa keputusan (pemblokiran) tidak akan dibuat sembarangan.

Lagipula, pelarangan Facebook juga akan merugikan bisnis yang membantu mendorong Indonesia. Bisnis online, seperti platform pemesanan tiket traveling seperti Tiket.com dan Traveloka.com, menggunakan iklan di Facebook untuk menarik , sementara vendor kecil menggunakan jejaring sosial, bersama dengan WhatsApp dan Instagram, sebagai saluran penjualan informal.

“Usaha kecil memerlukan perjuangan lebih jika Facebook diblokir,” terang Rifky Septiaji, kepala media sosial di agensi digital Lion and Lion. “Facebook menjalankan inisiatif untuk mengajarkan usaha kecil menggunakan platform untuk pertumbuhan. Pemilik bisnis kecil ini memiliki pengetahuan terbatas untuk mengalihkan taktik pemasaran online mereka jika platform tersebut ditutup.”

Dari perspektif Facebook, Indonesia adalah pertumbuhan yang penting, meski jumlah pendapatan iklan yang dihasilkannya masih kalah jika dibandingkan dengan AS, untuk saat ini. Namun, Indonesia bisa menjadi salah satu terbesar yang akan mendorong pertumbuhan Facebook dalam jangka panjang. “(Facebook) tidak mampu kehilangan ini. Mereka perlu melakukan banyak hubungan dengan pemerintah,” timpal Arne Van Looveren, co-founder & chief creative officer di Y Dgital.

Loading...