Kecewa Kebijakan WhatsApp, Turki Beralih ke BiP

Ilustrasi: aplikasi perpesanan Whatsapp (sumber: geo.tv)Ilustrasi: aplikasi perpesanan Whatsapp (sumber: geo.tv)

ANKARA – Setelah perpesanan populer, , memaksa untuk menyetujui aturan baru, sejumlah besar mulai mencari alternatif untuk ponsel cerdas mereka. Institusi top , termasuk Kantor Kepresidenan dan Kementerian Pertahanan, memindahkan grup obrolan mereka dari ke yang dikembangkan secara lokal, BiP, dan akan berfungsi sebagai saluran utama untuk pengumuman publik.

Dilansir dari TRT World, ada sejumlah perubahan di WhatsApp, termasuk berbagi data pribadi dengan perusahaan Facebook. Aplikasi ini tidak dapat digunakan kecuali jika persyaratan tersebut tidak diterima. Meski demikian, negara-negara yang termasuk dalam Uni Eropa dikecualikan dari berbagi data karena peraturan mereka yang ketat.

Ribuan postingan media sosial dengan tagar #DeletingWhatsApp lantas dibagikan di Turki, dengan pengguna mengumumkan peralihan ke aplikasi yang dikembangkan secara lokal seperti BiP dan Dedi. Kantor Komunikasi Kepresidenan Turki mengatakan kepada wartawan bahwa grup WhatsApp akan dipindahkan ke aplikasi perpesanan terenkripsi BiP setelah 11 Januari 2021 dan grup baru tersebut akan berfungsi sebagai saluran utamanya untuk pengumuman publik.

BiP sendiri dikembangkan oleh raksasa jaringan seluler Turki, Turkcell. Pada Minggu (10/1) waktu setempat, perusahaan berkicau di Twitter bahwa dua juta pengguna baru bergabung dalam 48 jam terakhir, imbas kebijakan WhatsApp. Kepala Kantor Transformasi Digital Kepresidenan Turki, Ali Taha Koc, sebelumnya juga mendesak masyarakat Turki untuk menggunakan aplikasi ‘nasional dan lokal’ seperti BiP dan Dedi.

Ilustrasi: pengguna aplikasi Whatsapp (sumber: dailysabah.com)
Ilustrasi: pengguna aplikasi Whatsapp (sumber: dailysabah.com)

“Perbedaan antara anggota Uni Eropa dan negara lain dalam hal privasi data tidak dapat diterima! Seperti yang telah kami rujuk dalam Pedoman Keamanan Informasi dan Komunikasi, aplikasi asing membawa risiko signifikan terkait keamanan data,” tulis Koc dalam Twitter. “Kami harus melindungi data digital kami dengan aplikasi lokal. Kami dengan ini mengajak warga untuk menggunakan aplikasi yang dikembangkan secara lokal, BiP dan Dedi.”

Sementara itu, Manajer Teknis Baykar, Selcuk Bayraktar, juga mengatakan dalam sebuah tweet pada hari Sabtu (9/1) bahwa dia telah meninggalkan WhatsApp karena kebijakan privasi barunya. Dia menulis bahwa dirinya menggunakan aplikasi Turki, BiP, dan ‘perangkat lunak sumber terbuka’ seperti Telegram dan Signal.  “Saya meninggalkan WhatsApp karena kebijakan data baru yang diterapkannya,” tulisnya.

Di sisi lain, Havelsan mengumumkan pengembangan aplikasi perpesanan yang aman. Perusahaan pertahanan Turki ini juga telah mengembangkan perangkat lunak perpesanan asli dan aman, yang disebut ileti. Aplikasi tersebut, yang dirancang untuk komunikasi korporat, adalah aplikasi pertama yang dikembangkan dengan Kriptografi Whitebox, WBC, demikian menurut keterangan perusahaan.

Dilansir dari resmi Havelsan, dengan perpustakaan WBC, ileti melindungi kunci pribadi dalam perangkat lunak dan mencegahnya diambil. Dengan fitur ini, ileti diklaim selangkah lebih maju dari aplikasi pesan instan lainnya dalam hal keamanan. Aplikasi tersebut akan memastikan keamanan informasi dalam komunikasi perusahaan dan melindungi data dari gangguan pihak ketiga.

Loading...