Kebijakan Trump Kembali Tekan Dolar, Rupiah Berakhir Naik 29 Poin

www.jokowinomics.com

Kebijakan Donald Trump untuk menyetujui pendirian tembok perbatasan AS-Meksiko serta mempersiapkan penerapan pembatasan imigrasi membuat indeks AS sempat menyentuh level terendah, dan langsung dimanfaatkan oleh untuk melenggang. Menurut laporan Bloomberg Index pukul 15.59 WIB, Garuda menutup Kamis (26/1) ini dengan naik 29 poin atau 0,22% ke level Rp13.332 per dolar AS.

Rupiah sudah menguat sejak awal dagang dengan naik 42 poin atau 0,31% ke posisi Rp13.319 per dolar AS. Istirahat siang, mata uang Garuda kembali terkerek 18 poin atau 0,13% ke level Rp13.343 per dolar AS. Jelang penutupan atau pukul15.31 WIB, spot masih bertahan di zona hijau usai kembali naik 25 poin atau 0,19% ke posisi Rp13.336 per dolar AS.

Seperti diketahui, Rabu (25/1) waktu setempat, AS, Donald Trump, kembali membuat kebijakan kontroversial dengan menyetujui tembok perbatasan AS-Meksiko serta mempersiapkan penerapan pembatasan imigrasi. Langkah proteksionisme Trump ini menimbulkan kekhawatiran pasar sehingga menekan pergerakan indeks dolar AS.

Indeks dolar AS yang mengukur pergerakan dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama hari ini dibuka dengan pelemahan 0,166 poin atau 0,17% di level 99,864. Pergerakan the greenback kembali turun 0,041 poin atau 0,04% ke 99,989 pada pukul 13.23 WIB. “Di tengah keprihatinan atas proteksionisme Trump, korelasi antara imbal hasil obligasi AS dan dolar telah menjadi lebih lemah,” ujar chief currency strategist di JPMorgan Chase Bank, Junya Tanase.

Sementara itu, siang tadi menetapkan kurs tengah berada di level Rp13.325 per dolar AS, meningkat 15 poin atau 0,11% dibandingkan perdagangan kemarin di posisi Rp13.340 per dolar AS. Di saat yang sama, mata uang juga bergerak menguat terhadap dolar AS, dengan penguatan paling tajam dialami won Korea Selatan sebesar 0,7% dan dolar Taiwan sebesar 0,26%.

Loading...