Selasa Sore, Rupiah Berakhir Positif Didukung Kebijakan The Fed

Rupiah - sumutinvest.comRupiah - sumutinvest.com

JAKARTA – Rupiah mampu menjaga posisi di area hijau hingga Selasa (16/6) sore ketika keputusan yang akan membeli korporasi AS membuat gerak cenderung tertekan. Menurut paparan Bloomberg Index pada pukul 14.59 WIB, mata uang Garuda ditutup menguat 25 poin atau 0,18% ke level Rp14.090 per AS.

Sementara itu, data yang diterbitkan Bank Indonesia menetapkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) berada di posisi Rp14.155 per dolar AS, menguat 73 poin atau 0,51% dari perdagangan sebelumnya di level Rp14.228 per dolar AS. Di saat yang bersamaan, mayoritas mata uang juga mengungguli greenback, dengan kenaikan tertinggi sebesar 0,81% dialami won Korea Selatan.

Penguatan mata uang Benua Kuning terutama didorong pelemahan yang dialami dolar AS, setelah Federal Reserve mengumumkan akan membeli obligasi korporasi swasta di sekunder dengan anggaran hingga 750 miliar dolar AS. Mata uang Paman Sam terpantau melemah 0,119 poin atau 0,12% ke level 96,587 pada pukul 14.30 WIB.

Seperti diberitakan CNBC, pada hari Senin (15/6) waktu setempat mengumumkan perubahan pada program pembelian obligasi, memperluas berbagai aset yang memenuhi syarat untuk mencakup semua obligasi korporasi AS yang memenuhi kriteria tertentu. Kabar tersebut langsung disambut , membuat saham Asia dan Wall Street melonjak.

Aksi The Fed ini untuk sementara waktu menutup kekhawatiran pasar terhadap kenaikan penyebaran wabah dan second wave virus corona, memberikan sentimen positif terhadap aset berisiko, seperti dolar Australia dan Selandia Baru. Di sisi lain, kebijakan itu cenderung mendorong pelemahan dolar AS karena memicu kenaikan likuiditas greenback.

“Ini adalah perubahan yang dramatis,” tutur kepala strategi FX National Australia Bank, Ray Attrill, merujuk pada perubahan mood, seperti dilansir Reuters. “Sepertinya, memperkuat pesan bahwa Anda tidak boleh dan tidak bisa melawan Federal Reserve di sini, dan semuanya tampak benar-benar mengikuti itu.”

Sentimen lain datang dari keputusan rapat Bank of Japan yang tetap mempertahankan kebijakan moneter mereka karena dampak COVID-19 terhadap akan tetap terasa untuk sementara ini. Bank sentral Jepang tersebut juga berharap perekonomian akan kembali pulih dan tidak akan ragu-ragu menambah kebijakan pelonggaran jika diperlukan.

Loading...