Kebijakan Imigrasi Trump Gerus Dolar, Rupiah Ditutup Menguat Tipis

Larangan imigrasi yang diterapkan Presiden AS, Donald Trump, memicu pertentangan dari para pemimpin dunia sehingga membuat indeks AS kekurangan daya pikat. Hal ini kemudian, menurut laporan Bloomberg Index, mampu dimanfaatkan untuk menutup perdagangan awal pekan (30/1) ini dengan 11 poin atau 0,08% ke level Rp13.349 per dolar AS.

Tren positif rupiah sudah berlangsung sejak awal dagang dengan dibuka menguat 16 poin atau 0,12% ke posisi Rp13.344 per dolar AS. Istirahat siang, Garuda kembali 17 poin atau 0,13% ke Rp13.343 per dolar AS. Jelang penutupan atau pukul 15.36 WIB, spot masih bertahan di zona hijau usai menguat 7 poin atau 0,05% ke level Rp13.353 per dolar AS.

Awal pekan ini, laju indeks dolar AS memang cenderung melemah bersama bursa saham Asia di saat para pedagang mencermati tekanan yang dipicu oleh perintah Donald Trump untuk menghentikan sejumlah arus imigrasi yang memicu pertentangan dari para pimpinan dunia. Setelah dibuka 0,110 poin atau 0,11% ke 100,420, the greenback kemudian kembali terdepresiasi 0,300 poin atau 0,30% ke 100,230 pada pukul 08.36 WIB.

Perintah eksekutif Trump atas penghentian imigrasi dari tujuh negara muslim mengundang kecaman dari pemerintah global dan beberapa terbesar. Hal ini membawa risiko perdagangan geopolitik dan internasional di pasar. “Fokus utama selama akhir pekan kemarin ada di seputar imigrasi Trump dan tidak mengejutkan untuk melihat tekanan yang keluar dari dolar AS pada awal perdagangan,” ujar Chief Market Strategist IG Ltd., Chris Weston.

Sementara itu, siang tadi mematok kurs tengah berada di level Rp13.335 per dolar AS, naik 24 poin atau 0,17% dibandingkan perdagangan akhir pekan lalu di posisi Rp13.359 per dolar AS. Di saat yang sama, mayoritas mata uang Asia juga menguat terhadap dolar AS, dengan penguatan paling tajam dialami yen sebesar 0,59% dan dolar Singapura sebesar 0,53%.

Loading...