Keberadaan Premium Langka, Berapa Sebenarnya Biaya Produksi Minyak Mentah Menjadi Premium?

Premium Langka - pojoksatu.id

Selama ini banyak masyarakat yang mengeluh karena bahan bakar minyak () di sejumlah dikabarkan . Sebagian besar SPBU biasanya hanya menyediakan BBM jenis Pertalite atau Pertamax. Oleh sebab itu beberapa kali menegur pihak PT Pertamina yang dinilai telah membatasi pasokan Premium. Di sisi lain Pertamina selalu beralasan bahwa produksi minyak mentah menjadi Premium cukup mahal.

Manager External Communication PT Pertamina Pusat Pertamina, Arya Dwi Paramita menjelaskan jika berdasarkan Peraturan (Perpres) 191/2014 yang ditetapkan mulai 31 Desember 2014 lalu, Premium bukan lagi BBM yang disubsidi oleh pemerintah. “Tapi kondisinya saat ini masyarakat masih belum bisa move on dari Premium dan banyak belum tahu kalau sekarang kondisinya sudah tidak disubsidi pemerintah,” kata Arya, Jumat (6/4/2018), seperti dilansir Fajar.

Saat ini harga BBM jenis Premium berada di kisaran Rp 6.450 per liter. Sementara itu, berdasarkan beberapa tahun 2014 lalu, Komisaris Utama Pertamina Sugiharto pernah mengungkapkan jika biaya produksi Premium RON 88 adalah Rp 10.500 per liter. Namun di tengah harga minyak dunia yang naik hingga USD 60 per barel awal tahun 2018 ini, menurut hitungan Pertamina harga jual eceran Premium mestinya ada di angka Rp 8.600 per liter jika mengaku pada formula harga jual eceran sesuai Keputusan Menteri (Kepmen) ESDM Nomor 2856 K/l2/MEM/2015.

Pemerintah sendiri kini menetapkan harga Premium di angka Rp 6.450 per liter atau terpaut Rp 1.150 per liter dengan harga yang seharusnya. Pemerintah pun telah menyatakan bahwa harga BBM jenis Premium dan Solar tidak boleh naik hingga tahun 2019. Oleh sebab itu Pertamina pun mengaku menanggung beban yang cukup berat di tengah harga minyak mentah yang terus meningkat.

Bahkan Pertamina diperkirakan telah kehilangan pendapatan mencapai Rp 3,9 triliun karena harga Premium tidak sesuai dengan keekonomian. Demi mengurangi beban keuangan tersebut, Pertamina akhirnya melakukan berbagai cara seperti memaksa masyarakat untuk beralih menggunakan Pertalite dan Pertamax. Tak heran jika SPBU yang menyediakan Premium pun kini semakin terbatas jumlahnya.

Loading...