Kasus E-Commerce Mustika Ratu Sempat Heboh, Bagaimana Seharusnya Status Domain di Indonesia?

Status Domain - jambi.tribunnews.comStatus Domain - jambi.tribunnews.com

Kasus Mustika Ratu beberapa tahun silam memang sempat menggegerkan Indonesia. Pasalnya kala itu kasus sengketa nama domain Mustika-Ratu.com disebut-sebut sebagai kasus cybercrime pertama di Indonesia yang dibawa hingga ke persidangan. Kasus ini pun sempat memicu berbagai pihak untuk turut berkomentar, mulai dari pakar IT hingga kalangan .

Dilansir dari Riau Pos Online, sengketa domain website Mustika-ratu.com ini melibatkan 2 besar di Tanah Air, yakni Martina Berto (milik Martha Tilaar) dan Mustika Ratu. Seperti diketahui, awalnya Mooryati Soedibyo dan Martha Tilaar merupakan sahabat karib yang menciptakan merek Mustika Ratu. Namun sejak 1977, keduanya berpisah baik-baik dan merek Mustika Ratu tetap dipegang Mooryati Soedibyo dan Martha Tilaar mendirikan Martina Berto untuk memproduksi merk dagang Sari Ayu.

Akan tetapi pecahnya 2 kubu ini ternyata memicu persaingan dalam dunia . Pasalnya, baik Mustika Ratu dan Sariayu memiliki dan segmen yang hampir sama. Bahkan beberapa kali yang dirilis keduanya pun diluncurkan dalam waktu yang nyaris bersamaan. Puncak perselisihan keduanya terjadi ketika Tjandra Sugiono yang awalnya menjabat sebagai Manajer Internasional Marketing Martina Berto kemudian mendaftarkan nama domain Mustika-Ratu.com. Padahal nama tersebut merupakan merek dari perusahaan seterunya. Alhasil pada tahun 2000 Mustika Ratu melaporkan Martina Berto ke Mabes Polri.

Akan tetapi proses hukum berjalan alot karena kasus ini kala itu terbilang baru di Indonesia. Menariknya, kasus e-commerce Mustika Ratu tersebut bukan diperkarakan sebagai kasus perdata, melainkan kasus pidana. Pasalnya Mustika Ratu merasa pihaknya dirugikan secara materi dari penggunaan nama domain tersebut.

Di sisi lain Onno W Purbo selaku pengamat teknologi menjelaskan bahwa para pelaku bisnis sebaiknya perlu memahami konsep hak dari penguasaan nama domain. Menurut Onno, secara filosofis penguasaan nama domain itu adalah dan bukan hak milik seperti yang berkembang saat ini. “Jika demikian halnya, kasus mustika-ratu.com dengan terdakwa Tjandra Sugiono seharusnya tidak berakhir ke penjara,” jelas Onno, seperti dilansir Hukum Online.

Meski persidangan sempat berlangsung panjang, nama domain Mustika-Ratu.com akhirnya diambil-alih oleh Mustika Ratu. Sementara itu, Chandra dan Martha Tilaar sepakat bahwa domain tidak ada hubungannya dengan kebijakan Martina Berto. Dan karenanya, pengadilan pun sepakat menetapkan pihak Chandra Sugiono saja sebagai terdakwa.

Loading...