Kapal Selam Terbaru TNI AL Dibekali Torpedo dengan Delapan Tabung Peluncur

Pada akhir Maret 2016 lalu, kapal selam terbaru TNI AL mulai meluncur dari Dermaga Okpo, . Kapal selam dengan kode Hull Nomor H.7712 tersebut merupakan satu dari tiga kapal selam buatan Daewoo Shipbuliding and Marine Engineering (DSME) yang dirakit sejak 2013 lalu.

Nilai kontrak kapal selam ini sebesar 1,1 miliar AS atau setara Rp14,5 triliun, yang sekaligus menjadi terbesar di bidang pertahanan yang dilakukan Korea Selatan. Dengan yang tinggi, kapal selam ini juga dilengkapi beberapa teknologi canggih, seperti State of The Art technology, yang meliputi Latest Combat System, Enhanced Operating System, serta Non-hull Penetrating Mast and Comfortable Accommodation.

Selain dipersenjatai torpedo berukuran 533 mm dengan delapan tabung peluncur, kapal selam ini juga dirancang untuk mampu men-deploy ranjau laut, meluncurkan rudal anti-kapal permukaan, serta melepaskan Torpedo Counter Measure (TCM) atau penangkal torpedo. Di samping itu, dengan panjang 61,3 meter dan 21 knot di bawah air, kapal selam ini juga memiliki ketahanan berlayar lebih dari 50 hari.

Kapal selam pertama pesanan TNI AL ini rencananya akan dikirimkan pada Maret 2017. Sementara, pengerjaan kapal selam kedua saat ini sedang dilakukan, serta kapal selam ketiga diharapkan bisa dikirimkan pada akhir 2018.

Saat ini, TNI AL hanya mengoperasikan dua kapal selam, yaitu KRI Cakra (401) dan KRI Nanggala (402). Dengan tambahan tiga kapal selam baru, diharapkan TNI AL bisa lebih maksimal dalam menjaga kedaulatan perairan .

Loading...