Kamis Sore, Rupiah Tetap Hijau Meski Gerak Terbatas

Rupiah - rebanas.comRupiah - rebanas.com

JAKARTA – Setelah bergerak dalam kisaran yang sempit, rupiah ternyata mampu mempertahankan posisi di teritori hijau pada Kamis (25/7) sore, memanfaatkan gerak indeks yang sedikit menurun. Menurut paparan Bloomberg Index pada pukul 15.54 WIB, mata uang Garuda menguat 20 poin atau 0,14% ke level Rp13.977 per AS.

Sementara itu, siang tadi Bank menetapkan kurs tengah berada di posisi Rp13.986 per , menguat 25 poin atau 0,17% dari perdagangan sebelumnya di level Rp14.011 per . Di saat yang bersamaan, pergerakan mata uang Asia terhadap cenderung variatif, dengan kenaikan tertinggi sebesar 0,18% menghampiri peso Filipina dan pelemahan terdalam sebesar 0,14% dialami won Korea Selatan.

Dari global, pergerakan indeks dolar AS relatif tidak banyak berubah pada hari Kamis, ketika fokus investor tengah tertuju pada pertemuan European Central Bank (ECB) pada pekan ini dan di minggu depan. Mata uang Paman Sam terpantau menguat tipis 0,004 poin ke level 97,733 pada pukul 15.56 WIB, setelah kemarin ditutup naik 0,024 poin atau 0,02%.

Seperti diberitakan Reuters, perhatian investor saat ini memang tengah tertuju ke pertemuan Bank ECB yang dijadwalkan hari ini waktu setempat. Di samping itu, pasar juga memperkirakan ada penurunan dari Federal Reserve pada rapat kebijakan minggu depan, yang diharapkan untuk menentukan gerak mata uang dan imbal hasil obligasi dalam beberapa bulan mendatang.

Di belahan Benua Eropa, euro harus terperosok mendekati level terendah dua bulan jelang pertemuan ECB yang diprediksi akan melakukan pelonggaran moneter. Sebelumnya, mata uang tunggal itu sudah melemah lantaran data manufaktur Jerman berkontraksi pada laju tercepat dalam tujuh tahun, sedangkan pertumbuhan bisnis di Prancis secara tak terduga melambat.

“Saya melihat lebih banyak pelemahan untuk euro, karena tidak ada pertanda baik datang dari Eropa saat ini,” papar manajer umum solusi bisnis di SBI Securities di Tokyo, Tsutomu Soma, dilansir The Telegram. “Jangan berharap imbal hasil obligasi Eropa naik dalam waktu dekat. Dolar AS menuju ke tingkat yang lebih rendah, yang dulunya merupakan faktor pendukung untuk euro, tetapi itu tidak terjadi.”

Loading...