Kamis Sore, Rupiah Menguat Usai Sektor Jasa AS Drop

Rupiah - www.merdeka.comRupiah - www.merdeka.com

JAKARTA – Rupiah mampu mempertahankan posisi di teritori hijau pada Kamis (4/4) sore, menyusul terbaru yang menyebutkan bahwa sektor AS mencapai level terendah dalam lebih dari 19 bulan. Menurut catatan Index pada pukul 15.58 WIB, mata uang Garuda menguat 41 poin atau 0,29% ke level Rp14.182 per AS.

Sementara itu, Bank siang tadi menetapkan kurs tengah berada di posisi Rp14.182 per dolar AS, menguat 55 poin atau 0,38% dari perdagangan sebelumnya di level Rp14.237 per dolar AS. Di saat yang bersamaan, mayoritas mata uang Asia variatif melawan , dengan kenaikan tertinggi sebesar 0,27% dialami rupiah, sedangkan pelemahan terdalam sebesar 0,29% menghampiri rupee India.

Dari , indeks dolar AS cenderung bergerak lebih rendah pada hari Kamis, di tengah kemajuan negosiasi dagang antara AS dan China, yang menunjukkan bahwa kedua belah pihak mendekati kesepakatan. Mata uang Paman Sam terpantau melemah tipis 0,002 poin menuju level 97,089 pada pukul 13.24 WIB.

Seperti diberitakan Reuters, dolar AS turun terhadap sekeranjang mata uang utama dunia, tertekan harapan ada kesepakatan dagang antara AS dan China. Penasihat ekonomi Gedung Putih, Larry Kudlow, mengatakan bahwa perundingan perdagangan antara negaranya dengan Negeri Panda pada pekan lalu telah membuat kemajuan yang baik.

Larry menuturkan, untuk pertama kalinya, China telah mengakui permasalahan yang diangkat oleh pemerintah AS selama bertahun-tahun, termasuk pencurian kekayaan intelektual, pemindahan paksa teknologi dari perusahaan-perusahaan AS yang melakukan bisnis di China, dan lainnya. Kedua belah pihak pun berusaha untuk menjembatani perbedaan-perbedaan mereka.

“Salah satu masalah utama adalah negosiasi dagang China-AS. Ada banyak optimisme di sekitar gagasan bahwa kita akan melihat resolusi damai dan beberapa perjanjian dengan segera,“ tutur kepala strategi pasar di CMC Markets, Michael McCarthy. “Namun, jika pembicaraan perdagangan keluar, kita bisa melihat dukungan lebih lanjut untuk emas karena implikasinya terhadap pertumbuhan.”

Dolar AS kian tertekan setelah laporan terbaru menyebutkan bahwa sektor jasa AS mencapai level terendah dalam lebih dari 19 bulan di bulan Maret kemarin, sedangkan data payroll swasta tumbuh lebih rendah dari yang diperkirakan. Hal ini menggarisbawahi hilangnya momentum dalam ekonomi AS yang mendukung penundaan kenaikan suku bunga The Fed.

Loading...