Kamis Sore, Rupiah Menguat Saat Kurs Asia Variatif

Rupiah - www.liputan6.comRupiah - www.liputan6.com

ternyata mampu bangkit ke zona hijau pada Kamis (27/6) sore ketika indeks dolar AS masih bergerak lebih tinggi di tengah kehati-hatian investor menjelang pertemuan AS dan China. Menurut paparan Bloomberg Index pada pukul 15.12 WIB, mata Garuda menguat 34 poin atau 0,24% ke level Rp14.144 per dolar AS.

Sementara itu, siang tadi menetapkan kurs tengah berada di posisi Rp14.180 per dolar AS, melemah 6 poin atau 0,04% dari perdagangan sebelumnya di level Rp14.174 per dolar AS. Di saat yang bersamaan, Asia bergerak variatif terhadap , dengan kenaikan tertinggi sebesar 0,19% dialami peso Filipina dan pelemahan terdalam sebesar 0,28% menghampiri yen Jepang.

Dari , indeks dolar AS bergerak positif, bahkan melayang di dekat level tertinggi satu minggu terhadap yen, didukung oleh harapan pembicaraan perdagangan AS-China meskipun investor tetap berhati-hati menjelang pertemuan antara para pemimpin kedua negara di Jepang. Mata uang Paman Sam terpantau menguat 0,142 poin atau 0,15% ke level 96,356 pada pukul 12.45 WIB.

Seperti diberitakan Reuters, penguatan dolar AS didukung komentar dari Menteri Keuangan AS, Steven Mnuchin, yang menyatakan bahwa kesepakatan perdagangan antara Amerika Serikat dan China sudah selesai “sekitar 90%”. Komentar Mnuchin kemudian disajikan kembali untuk menunjukkan bahwa ia menggunakan bentuk lampau untuk menggambarkan kemajuan dalam pembicaraan AS-China meskipun optimisme yang berhati-hati masih ada.

“Seperti pergerakan yen pada komentar Mnuchin menunjukkan, pasar cenderung bereaksi dengan gugup terhadap berita utama yang terkait dengan KTT G20,” papar kepala strategi valas di Mizuho Securities, Masafumi Yamamoto. “Implikasi potensial dari pertemuan Presiden AS, Donald Trump, dan Presiden China, Xi Jinping, untuk kebijakan moneter AS sangat besar.”

Yamamoto melanjutkan, apabila kedua belah pihak sepakat untuk tidak mengenakan tarif impor lebih banyak satu sama lain, maka tidak perlu lagi menurunkan suku bunga mereka. Sebaliknya, jika pembicaraan mengarah ke pengenaan lebih banyak tarif, itu bisa mendorong pembuat kebijakan ragu-ragu terhadap pemotongan suku bunga.

Loading...