Kamis Sore, Rupiah Melemah Usai BI Tahan Suku Bunga

Rupiah MelemahRupiah melemah Kamis sore - metrotvnews.com

JAKARTA – gagal merangsek ke teritori hijau pada Kamis (21/2) sore setelah Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia memutuskan untuk menahan tingkat suku bunga acuan tetap di level 6%. Menurut paparan Index pada pukul 15.59 WIB, Garuda terpantau melemah 27 poin atau 0,20% ke level Rp14.071 per dolar .

Sementara itu, Bank Indonesia siang tadi menetapkan kurs tengah berada di posisi Rp14.057 per dolar AS, terdepresiasi tipis 2 poin atau 0,01% dari perdagangan sebelumnya di level Rp14.055 per dolar AS. Di saat yang bersamaan, mayoritas mata uang Asia justru menguat versus , dengan kenaikan tertinggi sebesar 0,44% dialami yuan offshore .

Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia yang berakhir hari ini memutuskan untuk menahan suku bunga acuan 7 Days Reverse Repo Rate di posisi 6% pada bulan ini. Tingkat suku bunga deposit facility dan bunga lending facility juga dipertahankan di level 5,25% dan 6,75%. Keputusan ini merupakan hasil pertimbangan bank sentral terhadap kondisi di luar maupun di dalam negeri.

“Dari luar negeri, kondisi perekonomian diperkirakan masih akan melambat seiring penurunan ekonomi di beberapa negara besar, seperti (AS) hingga China,” ujar Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo. “Sementara, dari dalam negeri, pertumbuhan ekonomi didukung permintaan domestik dari konsumsi rumah tangga dan konsumsi lembaga non-profit pendukung rumah tangga.”

Dari pasar global, indeks dolar AS terpantau menguat tipis pada hari Kamis, setelah risalah dari pertemuan terakhir Federal Reserve menghidupkan kembali harapan untuk kemungkinan kenaikan suku bunga AS tahun ini. Mata uang Paman Sam terpantau menguat 0,162 poin atau 0,17% ke level 96,616 pada pukul 13.19 WIB, rebound dari pelemahan perdagangan sebelumnya.

Dilansir Reuters, greenback telah naik sedikit terhadap yen dan memangkas penurunan terhadap euro pada Rabu (20/2) malam setelah The Fed, dalam risalah pertemuan terbaru pada Januari, mengatakan bahwa ekonomi dan pasar tenaga kerja AS tetap kuat, mendorong harapan setidaknya satu lagi kenaikan suku bunga tahun ini. Sebelumnya, The Fed cenderung dovish terhadap kemungkinan kenaikan suku bunga mereka.

“Dolar AS menarik beberapa keuntungan karena risalah tampaknya telah menenangkan pandangan pasar yang berpegang teguh bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga sekali lagi tahun ini,” tutur kepala ekonom pasar di Mizuho Bank, Daisuke Karakama. “Tetapi, secara keseluruhan, risalah tersebut sejalan dengan apa yang dikatakan Federal Reserve pada bulan Januari.”

Loading...