Kamis Sore, Rupiah Tetap Kokoh di Area Hijau

Rupiah - kumparan.comRupiah - kumparan.com

JAKARTA – Aura positif terkait dengan penandatanganan kesepakatan fase pertama antara AS dan China tampaknya masih menghiasi perjalanan hingga Kamis (16/1) sore sehingga mampu bertahan di teritori hijau. Menurut Index pada pukul 15.56 WIB, mata uang Garuda terpantau menguat 52 poin atau 0,38% ke level Rp13.643 per AS.

Sementara itu, siang tadi menetapkan kurs tengah berada di posisi Rp13.658 per dolar AS, menguat 48 poin atau 0,35% dari perdagangan sebelumnya di level Rp13.706 per dolar AS. Di saat yang hampir bersamaan, mata uang bergerak , dengan kenaikan tertinggi sebesar 0,29% dialami rupiah dan pelemahan terdalam sebesar 0,24% menghampiri won Korea Selatan.

Mata uang Benua Kuning bergerak mixed setelah AS dan China dikabarkan menandatangani kesepakatan perdagangan fase satu pada Rabu (15/1) waktu setempat di Gedung Putih. Meskipun penandatanganan tersebut sedikit meredakan tensi, masih ada kekhawatiran atas banyak isu krusial yang belum terselesaikan.

“Meski tidak akan menjadi penggerak yang signifikan, penandatanganan kesepakatan fase satu memang mencerminkan puncak ketegangan setelah eskalasi selama beberapa lamanya,” tutur manajer portofolio di PineBridge Investments LLC., Hong Kong, Sunny Ng. “Walau kita mungkin melihat beberapa kejutan kenaikan ataupun penurunan saat perincian dirilis, memahami ada jalan panjang menuju solusi permanen dan ekspektasi pada umumnya cukup rendah.”

Dari pasar , indeks dolar AS terpantau bergerak lebih rendah pada hari Kamis, karena investor berharap kesepakatan perdagangan AS-China dapat menandai hubungan yang lebih hangat antara dua ekonomi terbesar di dunia dan membantu menghidupkan kembali pertumbuhan . Mata uang Paman Sam terpantau melemah 0,012 poin atau 0,01% ke level 97,217 pada pukul 12.31 WIB.

Dilansir Reuters, Beijing dan Washington menggembar-gemborkan kesepakatan dagang fase satu, yang ditandatangani semalam di Gedung Putih, sebagai langkah maju. Wakil Presiden AS, Mike Pence, mengatakan bahwa diskusi fase kedua 2 lebih lanjut telah dimulai ketika negosiator bekerja untuk menyelesaikan perbedaan.

“Kita hidup di dunia dengan tarif lebih tinggi di tahun ini daripada tahun lalu, tetapi berlawanan dengan itu adalah hilangnya ketidakpastian,” papar kepala strategi valas di National Australia Bank, Ray Attrill. “Jika Anda berpikir bahwa situasi perdagangan tidak akan menjadi hambatan yang lebih besar daripada selama beberapa tahun terakhir, maka itu adalah interpretasi penuh setengah dari prospek.”

Loading...