Kamis Sore, Rupiah Hijau Seiring Nada Dovish The Fed

Rupiah - fajar.co.idRupiah - fajar.co.id

JAKARTA – melaju dengan nyaman di zona hijau hingga Kamis (20/6) sore, memanfaatkan pelemahan yang dialami AS karena tertekan nada dovish dari . Menurut paparan Index pada pukul 15.59 WIB, Garuda menguat 87 poin atau 0,61% ke level Rp14.183 per AS.

Sementara itu, siang tadi Indonesia menetapkan kurs tengah berada di posisi Rp14.236 per dolar AS, menguat 35 poin atau 0,24% dari perdagangan sebelumnya di level Rp14.271 per dolar AS. Di saat yang bersamaan, mayoritas mata uang Asia juga mengungguli greenback, dengan kenaikan tertinggi sebesar 0,9% menghampiri won Korea Selatan.

Dari , pelemahan indeks dolar AS berlanjut pada hari Kamis, tergelincir ke level terendah enam bulan terhadap yen Jepang, setelah Federal Reserve mengisyaratkan siap untuk menurunkan suku bunga dalam rangka memerangi meningkatnya risiko domestik dan . Mata uang Paman Sam terpantau melemah cukup tajam 0,325 poin atau 0,33% ke level 96,792 pada pukul 13.20 WIB.

Diberitakan Reuters, pada rapat kebijakan yang baru saja berakhir, The Fed memutuskan untuk menahan suku bunga acuan mereka di kisaran target 2,25% hingga 2,5%, yang sudah diprediksi pasar. Namun, bank sentral AS tersebut juga membuka peluang penurunan suku bunga, terutama karena meningkatnya ketegangan perdagangan dan kekhawatiran tentang inflasi yang lemah.

“Tujuh pekan lalu, kita mendapat laporan pekerjaan yang sangat baik dan rasa yang datang dari pertemuan terakhir The Fed adalah bahwa dan kebijakan kami ada di tempat yang tepat,” ujar Gubernur The Fed, Jerome Powell. “Namun, kabar mengenai perdagangan menjadi penggerak yang penting saat ini. Kami cukup sadar akan risiko-risiko terhadap proyeksi tersebut dan bersiap untuk bergerak dan menggunakan instrumen-instrumen kami bila diperlukan.”

Dolar AS juga terpukul setelah Bloomberg melaporkan bahwa Presiden Donald Trump percaya dia memiliki wewenang untuk mengganti Gubernur Jerome Powell dan menurunkannya menjadi gubernur dewan. Namun, Powell menanggapi hal tersebut dengan mengatakan bahwa ia memiliki masa jabatan empat tahun dan sepenuhnya berniat untuk melaksanakannya.

Loading...