Kamis Sore, Rupiah Hijau Seiring Gerak Kurs Asia

Rupiah - mediaindonesia.comRupiah - mediaindonesia.com

JAKARTA – mampu melaju mulus di zona hijau hingga Kamis (11/7) sore, seiring dengan pergerakan mayoritas , ketika indeks AS masih tertekan komentar dovish dari Jerome Powell. Menurut paparan Index pada pukul 15.54 WIB, Garuda menguat 65 poin atau 0,46% ke level Rp14.067 per AS.

Sementara itu, siang tadi Bank Indonesia menetapkan kurs tengah berada di posisi Rp14.089 per dolar AS, menguat 63 poin atau 0,44% dari perdagangan sebelumnya di level Rp14.154 per dolar AS. Di saat yang bersamaan, seluruh mata uang Asia kompak naik terhadap , dengan penguatan tertinggi sebesar 0,87% menghampiri won Korea Selatan.

Dari pasar , indeks dolar AS cenderung bergerak lebih rendah pada hari Kamis, setelah Gubernur Federal Reserve, Jerome Powell, memberi sinyal untuk penurunan suku bunga pada akhir bulan ini, sembari mengungkapkan kekhawatiran mengenai sentimen bisnis yang lemah dan perlambatan sektor manufaktur. Mata uang Paman Sam terpantau melemah 0,192 poin atau 0,2% ke level 96,912 pada pukul 12.02 WIB.

Dilansir Reuters, dalam testimoni di hadapan Kongres, Powell mengatakan bahwa prospek pertumbuhan global juga akan mengaburkan prospek AS di tengah ketidakpastian tentang dampak dari konflik perdagangan AS dengan China dan negara-negara lain. Menambah nada yang umumnya dovish, risalah dari pertemuan The Fed sebelumnya menunjukkan banyak pembuat kebijakan berpikir bahwa lebih banyak stimulus akan dibutuhkan segera, menghidupkan kembali spekulasi penurunan suku bunga yang agresif.

“Pemotongan suku bunga pada bulan Juli sepenuhnya disegel sekarang. Tetapi, di sisi lain, Powell memberikan sedikit petunjuk tentang apa yang akan dia lakukan setelah itu, karena dia terdengar cukup optimistis terhadap perekonomian,” kata direktur valas di Societe Generale, Kyosuke Suzuki. “Ketidakpastian itu, saya pikir, kemungkinan besar akan menjaga dolar AS dalam kisaran yang cukup ketat dalam beberapa minggu mendatang.”

Sebaliknya, dolar Kanada bergerak lebih dekat ke posisi tertinggi delapan bulan pada pekan lalu, karena Bank of Canada tidak menunjukkan tanda-tanda bahwa mereka juga akan melakukan penurunan suku bunga dan tidak berniat melonggarkan kebijakan moneter. Dolar Kanada berdiri di level 1,3072 per dolar AS, tidak jauh dari posisi 1,3038 yang disentuh seminggu yang lalu.

Loading...