Kamis Sore, Rupiah Gagal Naik Meski Dolar Drop

Rupiah - rebanas.comRupiah - rebanas.com

JAKARTA – gagal merangsek ke teritori hijau pada perdagangan Kamis (14/2) sore, meski indeks AS cenderung berbalik melemah selepas rilis inflasi inti Negeri Paman Sam. Menurut catatan Index pada pukul 15.44 WIB, Garuda melemah 31 poin atau 0,22% ke level Rp14.090 per AS.

Sementara itu, siang tadi Bank Indonesia menetapkan kurs tengah berada di posisi Rp14.093 per , melorot tajam 66 poin atau 0,47% dari perdagangan sebelumnya di level Rp14.027 per . Di saat yang bersamaan, nilai mata uang Asia variatif terhadap greenback, dengan kenaikan tertinggi sebesar 0,15% dialami yuan offshore dan pelemahan terdalam sebesar 0,30% menghampiri won Korea Selatan.

Dari pasar global, indeks dolar AS sebenarnya cenderung bergerak menurun pada perdagangan hari Kamis, namun masih bertahan di kisaran level tertinggi tiga bulan, menyusul kekuatan berkelanjutan dalam inflasi inti AS dan data Eropa yang lebih lemah dari prediksi. Mata uang Paman Sam melemah tipis 0,078 poin atau 0,08% ke level 97,051 pada pukul 12.37 WIB.

Seperti diberitakan Reuters, Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan bahwa Indeks Konsumen atau Consumer Price Index (CPI) tidak menunjukkan perubahan selama tiga bulan beruntun hingga Januari 2019. CPI AS naik 0,2% dengan margin yang sama untuk bulan kelima beruntun meski indeks tersebut tidak termasuk komponen inti naik-turunnya makanan dan energi.

“Angka inflasi inti AS tetap stabil, terhadap beberapa kekhawatiran tentang potensi penurunan, yang saat ini berada di 2,2% year-to-year, naik dari angka 1,8% pada tahun lalu,” tutur senior currency strategist di NAB, Rodrigo Catril. “Secara keseluruhan data menunjukkan bahwa kita tidak bisa mengesampingkan dimulainya kembali kenaikan di akhir tahun 2019.”

Pergerakan dolar AS kontras dengan yang dialami euro. Mata uang tunggal Benua Biru, yang memiliki sekitar 58% bobot dalam indeks dolar AS, telah jatuh 1,63% sepanjang bulan ini, dikarenakan data ekonomi zona Eropa yang lebih lemah dari perkiraan dan prediksi bahwa Bank Sentral Eropa akan tetap sangat akomodatif sepanjang tahun ini.

Loading...