Kabar Anyar Penyidikan Pemilu ‘KO’ Dolar, Rupiah Berakhir Positif

mampu melaju mulus di zona hijau sepanjang perdagangan Jumat (17/11) ini, setelah terbaru mengenai penyidikan AS tahun 2016 membuat indeks dolar AS tersungkur. Menurut catatan Index pukul 15.58 WIB, Garuda menutup akhir pekan ini dengan penguatan sebesar 8 poin atau 0,06% ke level Rp13.531 per dolar AS.

Sebelumnya, rupiah harus melemah tipis 4 poin atau 0,03% di posisi Rp13.539 per dolar AS pada penutupan perdagangan Kamis (16/11) kemarin. Namun, pagi tadi, mata uang NKRI berhasil melakukan rebound dengan menguat 14 poin atau 0,10% ke level Rp13.525 per dolar AS pada awal dagang. Sepanjang transaksi hari ini, spot bergerak di kisaran Rp13.485 hingga Rp13.527 per dolar AS.

Dari , indeks dolar AS tergelincir pada perdagangan Jumat ini, menyusul laporan Wall Street Journal yang menyatakan bahwa penyidik campur tangan Rusia dalam Pemilu AS mengeluarkan surat pemanggilan terhadap tim kampanye Presiden Donald Trump. Mata uang Paman Sam turun tajam 0,302 poin atau 0,32% ke level 93,630 pada pukul 10.32 WIB, setelah sebelumnya berakhir menguat.

Penasihat Khusus Tim Robert Mueller mengeluarkan surat pemanggilan bulan lalu untuk meminta dokumen yang berisi kata kunci Rusia tertentu dari beberapa pejabat. Sebelumnya, putra Donald Trump, Donald Trump Jr, beberapa hari lalu sempat merilis komunikasinya dengan WikiLeaks saat kampanye Pemilu 2016 melalui akun Twitter miliknya. Dalam perbincangan itu, WikiLeaks menawarkan informasi yang dapat menjatuhkan rival ayahnya, yaitu Hillary Clinton.

“Aksi jual dolar AS meningkat setelah pasar menyadari laporan Wall Street Journal,” ujar analis mata uang senior Daiwa Securities, Yukio Ishizuki. “Permintaan dolar AS dari investor institusi tampak cukup kuat, namun penjualan spekulan ternyata lebih kuat. Kami cenderung melihat fluktuasi pergerakan ketika para pelaku pasar mencoba menyesuaikan posisi sebelum Hari Thanksgiving (23 November).”

Sementara, siang tadi Indonesia menetapkan kurs tengah berada di posisi Rp13.517 per dolar AS, menguat 21 poin atau 0,15% dari perdagangan sebelumnya di level Rp13.538 per dolar AS. Di saat yang bersamaan, mayoritas mata uang Asia perkasa versus , dengan kenaikan tertinggi sebesar 0,83% dialami rupee India, disusul won Korea Selatan yang melonjak 0,50%.

Loading...