Jumat Sore, Rupiah Tetap Terbenam di Zona Merah

Rupiah - jarrak.idRupiah - jarrak.id

JAKARTA – gagal memperbaiki posisi ke zona hijau pada perdagangan Jumat (26/7) sore, setelah secara luas memangkas ekspektasi mereka mengenai pemotongan . Menurut paparan Bloomberg Index pada pukul 15.12 WIB, Garuda melemah 26 poin atau 0,18% ke level Rp14.003 per .

Sementara itu, siang tadi Bank Indonesia menetapkan kurs tengah berada di posisi Rp14.001 per dolar AS, terdepresiasi 15 poin atau 0,10% dari perdagangan sebelumnya di level Rp13.986 per dolar AS. Di saat yang bersamaan, mayoritas mata uang juga tidak berdaya saat melawan greenback, dengan pelemahan terdalam sebesar 0,23% dialami won Korea Selatan.

Dari , indeks dolar AS masih bertahan di kisaran kenaikan yang dibukukan lima hari beruntun, setelah investor memangkas ekspektasi mereka terhadap pemotongan suku bunga Federal Reserve, selain didukung pesanan barang tahan lama yang menguat. Mata uang Paman Sam terpantau hanya melemah tipis 0,019 poin atau 0,02% ke level 97,799 pada pukul 13.05 WIB.

Seperti diberitakan Reuters, dengan tidak adanya acara besar yang dijadwalkan di Asia pada akhir pekan, perhatian investor tertuju pada data ekonomi AS. Fokus kemudian bergeser ke pertemuan Federal Reserve minggu depan. The Fed diperkirakan akan memangkas suku bunga, tetapi ada pandangan yang berkembang bahwa langkah tersebut mungkin bukan awal dari siklus pelonggaran utama.

“Pasar telah memperhitungkan ekspektasi untuk penurunan suku bunga, dan sekarang mereka mulai memperbaikinya,” tutur manajer umum penelitian di Gaitame.Com Research Institute di Tokyo, Takuya Kanda. “Hal tersebut lantas mendukung pergerakan dolar AS, yang juga berarti sulit untuk menguji downside euro pada level ini.”

Langkah greenback juga didukung data mengenai pesanan barang tahan lama yang menunjukkan angka yang cukup positif. Saat ini, pasar menantikan rilis laporan pertumbuhan ekonomi Negeri Paman Sam yang akan dirilis Jumat waktu setempat, dan diperkirakan akan melambat menjadi 1,8% pada kuartal kedua dari 3,1% pada kuartal sebelumnya.

Loading...