Jumat Sore, Rupiah Tetap Perkasa Jelang Putusan BI

Rupiah - www.harnas.coRupiah - www.harnas.co

masih terpantau bergerak menguat pada Jumat (29/6) sore di tengah penantian mengenai hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia. Menurut Bisnis pada pukul 15.59 WIB, NKRI mengalami kenaikan sebesar 64 poin atau 0,44% menuju level Rp14.330 per AS di akhir dagang.

Sore ini, pasar domestik memang menantikan hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia. Bank sentral diprediksi akan kembali menaikkan suku bunga acuan atau 7-Days Reverse Repo Rate sebesar 25 basis poin. Hal tersebut dilakukan untuk merespons kondisi pasar ketika kurs mata uang Garuda terus mengalami tekanan melawan dolar AS.

“Akan terlalu berisiko jika Bank Indonesia tidak menaikkan suku bunga. Diperkirakan, suku bunga acuan Bank Indonesia akan kembali naik sebesar 25 basis poin,” tutur Direktur Riset Center of Reform on Economics (Core) Indonesia, Pieter Abdullah Redjalam, dilansir Okezone.com. “BI masih memiliki ruang kenaikan suku bunga 5,5% sepanjang tahun 2018 ini.”

Bank Indonesia sendiri siang tadi menetapkan kurs tengah berada di posisi Rp14.404 per dolar AS, anjlok 133 poin atau 0,93% dari perdagangan sebelumnya di level Rp14.271 per dolar AS. Di saat yang bersamaan, mata uang Asia kompak menguat versus , dengan kenaikan tertinggi sebesar 0,77% menghampiri won Korea Selatan.

Sementara itu, dari pasar global, indeks dolar AS terpantau bergerak lebih rendah pada hari Jumat, seiring dengan penguatan yang dialami euro serta data Paman Sam yang menunjukkan perlambatan. Mata uang greenback terpantau melemah 0,409 poin atau 0,43% ke level 94,903 pada pukul 11.04 WIB, setelah kemarin (28/6) sempat ditutup naik tipis 0,022 poin.

Seperti dilansir Reuters, domestik bruto (PDB) AS ternyata melambat lebih dari perkiraan pada kuartal pertama 2018, di tengah belanja paling lemah dalam hampir lima tahun. Pada periode Januari-Maret 2018, PDB AS hanya tumbuh pada tingkat tahunan 2,0%, alih-alih sebesar 2,2% yang dilaporkan pada bulan Mei kemarin.

“Meski reli greenback mungkin telah berhenti, namun tren jangka panjangnya masih tampak bullish,” tutur pedagang mata uang senior di Silicon Valley Bank di Santa Clara, California, Minh Trang. “Isu pada akhir bulan Juni adalah fakta bahwa The Fed menaikkan suku bunga dan rencana untuk melakukan dua kenaikan lagi di paruh kedua mendatang.”

Loading...