Jumat Sore, Rupiah Rebound Saat Dolar Loyo

Rupiah - blog.talenta.coRupiah - blog.talenta.co

JAKARTA – mampu merangsek ke teritori hijau pada perdagangan Jumat (15/3) sore, ketika cenderung bergerak loyo, menyusul kabar kemajuan kesepakatan dagang antara AS dengan . Menurut Bloomberg Index pada pukul 15.58 WIB, spot menguat 18 poin atau 0,13% ke level Rp14.260 per .

Sementara itu, pagi tadi menetapkan kurs referensi Jisdor (Jakarta Interbank Spot Dollar Rate) berada di posisi Rp14.310 per dolar AS, terdepresiasi 57 poin atau 0,40% dari perdagangan sebelumnya di level Rp14.253 per dolar AS, seiring dengan pelemahan Garuda yang sudah terjadi sejak awal transaksi.

Dari pasar global, saham Asia bergerak lebih tinggi pada hari Jumat, menyusul laporan terbaru yang mengatakan bahwa ada lebih banyak kemajuan yang telah dibuat dalam pembicaraan perdagangan antara AS dengan China. Hal tersebut membuat indeks dolar AS cenderung bergerak lebih rendah, dengan melemah 0,112 poin atau 0,12% ke level Rp12.10 WIB.

Seperti diberitakan Reuters, Wakil Perdana Menteri China, Liu He, berbicara melalui telepon dengan Menteri Keuangan AS, Steven Mnuchin, dan Perwakilan Perdagangan AS, Robert Lighthizer. Menurut kantor berita Xinhua, kedua pihak membuat kemajuan substantif lebih lanjut dalam pembicaraan perdagangan antar-negara.

Namun, masih belum ada kejelasan tentang seberapa dekat kedua kekuatan ekonomi dunia mencapai kata sepakat. Kemarin (14/3), Mnuchin mengatakan bahwa KTT untuk menutup kesepakatan perdagangan antara Presiden AS, Donald Trump, dan Presiden China, Xi Jinping, tidak akan terjadi pada akhir Maret seperti yang dibahas sebelumnya, karena diperlukan lebih banyak pekerjaan dalam negosiasi.

“Harapan awal untuk pembicaraan perdagangan adalah berakhir pada bulan Maret,” ujar ahli strategi senior di Sumitomo Mitsui Asset Management di Tokyo, kata Masahiro Ichikawa. “Jadi, penundaan apa pun menyebabkan pasar otomatis berasumsi bahwa negosiasi tidak berjalan dengan baik, dan ini adalah faktor negatif untuk ekuitas.”

Dari Eropa, parlemen Inggris memberikan suara pada hari Kamis waktu setempat untuk penundaan Brexit, menyediakan kesempatan bagi Perdana Menteri Theresa May untuk memperbarui upaya untuk mendapatkan kesepakatan pada minggu depan. Hal tersebut memberikan dukungan tambahan untuk batangan di tengah meningkat tanda-tanda perlambatan ekonomi global.

Loading...