Jumat Sore, Rupiah Rebound Berakhir Menguat 0,07%

Rupiah - bisnis.tempo.coRupiah - bisnis.tempo.co

JAKARTA – sukses mengatrol posisi ke area hijau pada perdagangan Jumat (27/11) sore ketika cenderung berada dalam tekanan lantaran aset berisiko masih disukai di tengah optimisme peluncuran . Menurut catatan Index pada pukul 14.59 WIB, Garuda berakhir menguat 10 poin atau 0,07% ke level Rp14.090 per dolar AS. 

Sementara itu, data yang diterbitkan Bank Indonesia pukul 10.00 WIB tadi menetapkan kurs acuan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) berada di posisi Rp14.145 per dolar AS, terdepresiasi 15 poin atau 0,11% dari transaksi sebelumnya di level Rp14.130 per dolar AS. Di saat yang bersamaan, mayoritas mata uang mampu mengungguli greenback, dengan kenaikan tertinggi sebesar 0,16% dialami yen Jepang.

Dari , indeks dolar AS bertahan stabil dalam kisaran yang tipis pada hari Jumat, tetapi berada di jalur penurunan mingguan terhadap sekeranjang mata uang utama karena masih tertekan lantaran adanya peningkatan minat terhadap aset risiko. Mata uang Paman Sam terpantau melemah 0,063 poin atau 0,07% ke level 91,931 pada pukul 14.57 WIB.

Seperti diwartakan Reuters, sepanjang minggu ini, dolar AS cenderung berada di bawah tekanan karena mata uang berisiko diuntungkan dari peningkatan optimisme atas serangkaian laporan berita vaksin COVID-19 dan harapan untuk periode yang lebih stabil dalam politik AS. Vaksin virus corona sendiri diharapkan dapat diluncurkan pada Desember mendatang.

“Sementara greenback akan tetap di bawah tekanan dalam waktu dekat karena sentimen ‘risk-on’ berkepanjangan yang dipimpin oleh harapan vaksin, pasar mengharapkan mata uang tersebut menguat dalam jangka menengah,” tutur ahli strategi senior di Barclays, Shinichiro Kadota. “Dalam skenario vaksin tersedia secara bertahap pada tahun depan dan kembali normal, AS mungkin akan menjadi salah satu yang paling tangguh. Saya pikir itu akan menciptakan lingkungan yang menguntungkan greenback.”

Di belahan Eropa, pesan dovish dari kepala ekonom Bank Sentral Eropa (ECB) dan risalah dari pertemuan bulan lalu memberikan konfirmasi lebih lanjut dari stimulus yang diharapkan secara luas pada pertemuan Desember. Risalah bank sentral pada pertemuan Oktober menunjukkan para pembuat kebijakan setuju bahwa mereka tidak bisa berpuas diri selama gelombang kedua virus corona, memilih untuk meletakkan dasar untuk lebih banyak stimulus.

Loading...