Akhir Pekan, Rupiah Berbalik Menguat Jelang Laporan NFP AS

Rupiah - www.covesia.comRupiah - www.covesia.com

JAKARTA – Rupiah mampu berbalik naik ke teritori hijau pada Jumat (8/5) sore ketika tergelincir menjelang rilis nonfarm payrolls AS yang diprediksi bakal mengalami kontraksi cukup dalam. Menurut catatan Index pada pukul 14.59 WIB, mata uang Garuda ditutup menguat 75 poin atau 0,50% ke level Rp14.920 per dolar AS.

Sementara itu, Bank Indonesia siang tadi menetapkan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) di posisi Rp15.009 per dolar AS, menguat tajam 118 poin atau 0,78% dari perdagangan sebelumnya di level Rp15.127 per dolar AS. Di saat yang bersamaan, mata uang Asia ikutan naik terhadap greenback, dengan penguatan tertinggi sebesar 0,55% menghampiri won Korea Selatan.

“Sejumlah sentimen utama yang memengaruhi pergerakan rupiah, antara lain ekspektasi pelaku terhadap roda ekonomi yang mulai menguat kembali, seiring dengan keputusan sejumlah yang mulai melonggarkan kebijakan social distancing, seperti di Spanyol, Amerika Serikat, dan India,” tutur Direktur TRFX Garuda Berjangka, Ibrahim, dilansir . “Pelaku pasar menaruh harapan besar terhadap kebijakan pemerintah agar dapat melonggarkan PSBB pada awal Juni.”

Dari pasar , indeks dolar AS tergelincir pada hari Jumat ketika data klaim pengangguran AS terbaru ternyata melebihi prediksi ekonom, membuat investor berburu mata uang berisiko ketika pemerintah setempat perlahan membuka kembali ekonomi mereka untuk bisnis. Mata uang Paman Sam terpantau melemah 0,157 poin atau 0,16% ke level 99,732 pada pukul 12.23 WIB.

Seperti diberitakan Reuters, data yang diluncurkan pada hari Kamis (7/5) kemarin menunjukkan ada 3,169 juta klaim pengangguran awal untuk pekan yang berakhir 2 Mei 2020, lebih dari perkiraan ekonom yang sebesar 3 juta. Angka itu membawa total klaim sejak akhir Maret menjadi 33,5 juta, atau sekitar satu dari setiap lima pekerja.

Saat ini, ekonom menantikan data nonfarm payrolls (NFP) AS yang diperkirakan akan menunjukkan pukulan bersejarah ke pasar AS. NPF AS diprediksi akan anjlok 22 juta pada bulan April, yang akan melampaui rekor 800.000 yang terlihat selama resesi 2007-2009. Sebelumnya, tingkat pengangguran terlihat melonjak menjadi 16% pada bulan April, yang menghancurkan rekor sebesar 10,8% yang disentuh pada bulan November 1982.

Loading...