Jumat Sore, Rupiah Tembus Rp14.800 Saat Dolar Berbalik Drop

Rupiah - berkahtuhan.comRupiah - berkahtuhan.com

JAKARTA – terpantau berada di level Rp14.804,65 pada perdagangan Jumat (30/10) sore pukul 15.04 WIB menurut catatan Google, ketika indeks AS harus terpukul di pasar . Pasar keuangan domestik sendiri masih dalam suasana liburan memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW dan baru akan kembali aktif pada Senin (2/11) mendatang.

Mata Paman Sam memang terpantau berbalik melemah pada akhir pekan, setelah kemarin (29/10) sempat ‘mengamuk’ lantaran data AS kuartal III 2020 yang dilaporkan meroket cukup tinggi. Menurut catatan Bloomberg Index pada pukul 14.50 WIB, dolar AS terdepresiasi 0,022 poin atau 0,02% ke level 93,933, merosot dari posisi 93,955 atau yang tertinggi dalam kurun waktu satu bulan terakhir.

Dikutip dari CNBC, produk domestik bruto (PDB) AS kuartal III 2020 mencatatkan pertumbuhan sebesar 33,1%, sekaligus lebih baik dari estimasi Dow Jones yang sebesar 32%. Sebelumnya, ekonomi Negeri Paman Sam harus mengalami kontraksi, minus 31,4% pada kuartal II. Perbaikan pertumbuhan ekonomi tersebut berdampak pada optimisme pasar, terlihat dari pergerakan indeks Wall Street yang positif.

PDB, nilai semua barang dan jasa yang diproduksi di seluruh perekonomian, mengalami lonjakan karena permintaan yang terpendam dan dukungan pemerintah membantu meningkatkan pengeluaran setelah gangguan akibat Covid-19 perlahan mereda. Peningkatan pertumbuhan, lompatan terbesar dalam rekor sejak tahun 1947, mengikuti rekor penurunan sebelumnya dalam pandemi ketika virus mengganggu aktivitas bisnis di seluruh negeri.

“Namun, rekor perolehan tidak cukup untuk mengeluarkan kami dari lubang yang ditinggalkan Covid-19,” ujar kepala ekonom di Grant Thornton, Diane Swonk, dikutip Wall Street Journal. “Risiko lonjakan infeksi di AS baru-baru ini merupakan angin sakal bagi ekonomi di kuartal keempat. Sulit untuk membuka kembali ekonomi kecuali pekerja dan konsumen merasa aman dan sehat.”

Sementara itu, di zona Eropa, euro berkubang mendekati level terendah empat minggu terhadap setelah Sentral Eropa (ECB) mempertahankan suku bunga, sambil mengisyaratkan pelonggaran moneter lebih lanjut pada akhir tahun. Mata uang Benua Biru sedikit berubah pada ke 1,168 per dolar AS pada pukul 14.57 WIB, naik tipis setelah mencapai level terendah empat minggu di 1,165 semalam.

“Ekonomi di zona Eropa memburuk pada kecepatan yang lebih cepat dari yang diharapkan, dan beberapa pandangan mengatakan bahwa pelonggaran moneter tidak akan cukup untuk mengangkat ekonomi, atau akan terlambat (pada bulan Desember),” tutur kepala strategi mata uang di Mizuho Securities, Masafumi Yamamoto. “Reaksi seperti itu mungkin menekan euro untuk jatuh.”

Loading...