Jumat Sore, Rupiah Melaju Mulus di Zona HIjau

Rupiah - www.detikepri.comRupiah - www.detikepri.com

JAKARTA – mampu melaju cukup mulus di teritori hijau hingga Jumat (25/1) sore, ketika indeks AS masih cenderung bergerak negatif, seiring dengan penguatan pound sterling dan efek shutdown government AS. Menurut Index pada pukul 15. 55 WIB, Garuda melonjak 76 poin atau 0,54% ke level Rp14.094 per dolar AS.

Sementara itu, siang tadi menetapkan kurs tengah berada di posisi Rp14.163 per dolar AS, terdepresiasi 22 poin atau 0,15% dari sebelumnya di level Rp14.141 per dolar AS. Bank sentral mematok kurs jual berada di level Rp14.234 per dolar AS, sedangkan kurs beli berada di level Rp14.092 per dolar AS, atau selisih Rp142.

Dari , indeks dolar AS cenderung bergerak lebih rendah pada akhir pekan, setelah pound sterling melanjutkan reli menuju level tertinggi sejak awal November 2018, menyusul laporan bahwa Partai Unionis Demokrat Irlandia Utara telah menawarkan dukungan bersyarat untuk kesepakatan Brexit kepada Perdana Menteri Theresa May. Mata uang Paman Sam terpantau melemah 0,227 poin atau 0,23% ke level 96,374 pada pukul 12.56 WIB.

Seperti dipaparkan Bloomberg Index, pound sterling sebelumnya telah berada di bawah tekanan selama beberapa minggu terakhir karena ketidakpastian Brexit, di tengah pesimisme yang tumbuh terhadap global sehingga mendorong investor ke arah dolar AS. Namun, laporan terbaru dari The Sun mengangkat pound 0,3% menjadi 1,3107 per dolar AS di awal perdagangan Asia. “Jika laporan ini benar, saya perkirakan pound akan naik ke 1,32 per dolar AS, mungkin juga ke 1,38,” kata kepala strategi pasar di CMC Markets, Michael McCarthy.

Secara keseluruhan, dolar AS menghadapi tahun yang sulit ke depan karena pertumbuhan di dalam negeri dan secara global berada di bawah tekanan, sedangkan Federal Reserve semakin dekat untuk menekan ‘tombol pause’ pada siklus kenaikan suku bunga yang stabil. Suku bunga berjangka memberi harga pada The Fed untuk mempertahankan suku bunga mereka hingga 2019.

Loading...