Jumat Sore, Rupiah Bertahan di Zona Hijau

Rupiah - swarasemar.comRupiah - swarasemar.com

JAKARTA – mampu mempertahankan posisi di teritori hijau pada Jumat (18/1) sore, meski indeks AS juga perlahan bergerak menguat seiring optimisme kemajuan perundingan AS-China. Menurut paparan Bloomberg Index pada pukul 15.59 WIB, spot ditutup menguat 14 poin atau 0,10% ke level Rp14.178 per AS.

Sementara itu, Bank siang tadi menetapkan kurs tengah berada di posisi Rp14.182 per dolar AS, terdepresiasi 24 poin atau 0,17% dari perdagangan sebelumnya di level Rp14.158 per dolar AS. Di saat yang bersamaan, mayoritas Asia bertekuk lutut di hadapan , dengan pelemahan terdalam sebesar 0,21% dialami rupee India.

Dari pasar , indeks dolar AS relatif bergerak positif pada perdagangan akhir pekan, setelah optimisme kemajuan dalam pembicaraan perdagangan AS-China mendukung selera untuk aset berisiko. Mata uang Paman Sam terpantau naik 0,045 poin atau 0,05% menuju level 96,110 pada pukul 12.41 WIB, melanjutkan tren positif pada transaksi Kamis (17/1) kemarin.

Seperti diberitakan Reuters, sebuah yang diterbitkan Wall Street Journal mengatakan bahwa Menteri AS, Steven Mnuchin, telah mempertimbangkan pelonggaran yang dikenakan pada impor barang asal China, meski juru bicara Departemen Keuangan AS kemudian membantah laporan itu. Wakil Perdana Menteri China, Liu He, dijadwalkan berkunjung ke Washington pada akhir bulan ini untuk perundingan terakhir antara dua ekonomi terbesar dunia.

Dolar AS, yang telah terpincang-pincang sejak akhir tahun lalu oleh sikap hati-hati The Fed mengenai kenaikan suku bunga, telah berhasil rebound sekitar 1% dari level terendah tiga bulan, yang dicapai lebih dari seminggu yang lalu. “Sementara Beijing dan Washington terus bernegosiasi, harapan pasar adalah bahwa segala sesuatu akan menuju arah yang positif,” ujar analis senior di Sony Financial Holdings, Kumiko Ishikawa.

Di belahan dunia yang lain, pound sterling relatif bergerak stabil setelah mengalami kenaikan semalam, karena harapan referendum kedua mengenai keanggotaan Inggris di Uni Eropa. Selama minggu depan, fokus pasar akan tertuju pada rilis angka aktivitas bisnis bulan Januari untuk zona Eropa, termasuk data ekonomi Prancis, yang akan memberikan petunjuk pertumbuhan ekonomi di Benua Biru.

Loading...