Jumat Sore, Rupiah Berbalik Naik Jelang Laporan NFP AS

Rupiah - www.aktual.comRupiah - www.aktual.com

JAKARTA – sanggup merangsek ke teritori hijau pada perdagangan Jumat (5/7) sore walaupun menjelang laporan terbaru mengenai data nonfarm payroll AS yang bakal diumumkan hari ini waktu setempat. Menurut paparan Index pada pukul 15.56 WIB, Garuda menguat 52 poin atau 0,37% ke level Rp14.083 per dolar AS.

Sementara itu, siang tadi menetapkan kurs tengah berada di posisi Rp14.148 per dolar AS, terdepresiasi 42 poin atau 0,3% dari perdagangan sebelumnya di level Rp14.106 per dolar AS. Di saat yang hampir bersamaan, mayoritas mata uang juga tidak berdaya melawan greenback, dengan pelemahan terdalam sebesar 0,21% dialami rupee India.

Dari , indeks dolar AS relatif bergerak nyaman di zona hijau pada akhir pekan, ketika masih menahan diri untuk memburu aset berisiko menjelang pengumuman data nonfarm payroll AS terbaru yang diawasi secara ketat. Mata uang Paman Sam terpantau menguat 0,035 poin atau 0,04% ke level 96,803 pada pukul 13.28 WIB.

Seperti diberitakan Reuters, imbal hasil Treasury telah merosot ke posisi terendah 2,5 tahun karena tingginya ekspektasi bahwa The Fed akan memangkas suku bunga pada tahun ini, yang mungkin akan dimulai bulan Juli. Indeks dolar AS pun terkena imbas dan telah jatuh ke palung terendah tiga bulan di posisi 95,843 pada pekan lalu.

Saat ini, fokus investor tengah tertuju pada laporan nonfarm payroll AS bulan Juni yang akan diumumkan Jumat waktu setempat. Ekonom yang sudah disurvei oleh Reuters memperkirakan nonfarm payroll AS sepanjang bulan kemarin akan mengalami peningkatan sebanyak 160.000, dibandingkan kenaikan 75.000 di bulan sebelumnya.

“Dolar AS telah bergerak tipis terkait dengan imbal hasil AS yang turun, tidak terkecuali pada hari ini, dan reaksi pasar obligasi terhadap laporan pekerjaan kemungkinan menentukan arah mata uang tersebut,” kata ahli strategi mata uang senior di Daiwa Securities, Yukio Ishizuki. “Rally pasar obligasi mungkin sudah terlalu jauh sehingga reaksinya terhadap data pekerjaan bisa berubah-ubah.”

Loading...