Jumat Sore, Rupiah Berbalik Merah Jelang Laporan NFP AS

Rupiah - harianjogja.bisnis.comRupiah - harianjogja.bisnis.com

JAKARTA – Rupiah harus terjungkal ke area merah pada Jumat (7/2) sore jelang rilis nonfarm payroll AS, setelah kasus virus corona yang makin meningkat di Jepang membuat tertekan. Menurut catatan Index pada pukul 15.58 WIB, mata uang Garuda ditutup melemah 40 poin atau 0,30% ke level Rp13.675 per dolar AS.

Sementara itu, siang tadi menetapkan tengah berada di posisi Rp13.647 per dolar AS, menguat 15 poin atau 0,11% dari perdagangan sebelumnya di level Rp13.662 per dolar AS. Di saat yang bersamaan, mayoritas mata uang Asia harus takluk melawan greenback, dengan pelemahan terdalam sebesar 0,63% menghampiri won Korea Selatan.

Mata uang Benua Kuning, seperti dilansir Bloomberg, harus bergerak lebih rendah setelah Jepang melaporkan lebih banyak kasus infeksi virus corona di kapal pesiar. Kementerian Kesehatan Negeri Sakura menemukan setidaknya 41 kasus tambahan di kapal pesiar yang dikarantina di Kota Yokohama. Ini berarti total 61 orang positif virus corona di dalam kapal yang membawa lebih dari 3.700 penumpang dan awak tersebut.

“Hasil dari 171 tes yang tersisa telah keluar dan 41 orang dinyatakan positif (virus corona),” ungkap Menteri Kesehatan Jepang, Katsunobu Kato, kepada pers setempat. “Hari ini, mereka akan dikirimkan ke sejumlah rumah sakit di beberapa prefektur, dan kami sekarang sedang bersiap untuk itu. Secara total, dari 273 spesimen, 61 dinyatakan positif.”

Frances Cheung, kepala analis makro Asia di Westpac, menuturkan bahwa sentimen di Asia agaknya lebih hati-hati, dengan dampak virus yang berkembang. Senada, Charlie Lay, analis di Commerzbank, mengatakan bahwa pernyataan bank sentral Asia Tenggara baru-baru ini tentang risiko penurunan terhadap pertumbuhan karena virus corona menyarankan kebijakan moneter yang lebih longgar, termasuk ruang pemangkasan suku bunga.

Dari global, indeks dolar AS bergerak lebih tinggi terhadap sekeranjang mata uang utama, di tengah data ekonomi AS yang solid menjelang laporan nonfarm payroll serta kondisi keuangan yang tetap gelisah karena angka kematian dari virus corona melonjak lagi. Mata uang Paman Sam terpantau menguat 0,054 poin atau 0,05% ke level 98,550 pada pukul 15.50 WIB.

Saat ini, fokus pasar tertuju pada laporan nonfarm payroll AS yang akan dirilis pada Jumat sore waktu setempat, yang diperkirakan akan menunjukkan penciptaan lapangan kerja yang dipercepat sepanjang bulan Januari. Sebelumnya, greenback menerima dukungan setelah tunjangan pengangguran turun ke level terendah sembilan bulan dan produktivitas pekerja naik.

Loading...