Jumat Sore, Rupiah Merah Saat Virus Corona Hajar Kurs Asia

Rupiah - berkahtuhan.comRupiah - berkahtuhan.com

JAKARTA – ternyata gagal mempertahankan posisi di area hijau pada perdagangan Jumat (21/2) sore, ketika mayoritas di Asia bergerak turun seiring meningkatnya kasus di Korea Selatan dan Jepang. Menurut data Index pada pukul 15.57 WIB, mata uang Garuda melemah 10 poin atau 0,07% ke level Rp13.760 per dolar .

Sementara itu, siang tadi menetapkan kurs tengah berada di posisi Rp13.777 per , terdepresiasi 42 poin atau 0,30% dari perdagangan sebelumnya di level Rp13.735 per . Di saat yang bersamaan, mayoritas mata uang Asia juga tidak berdaya melawan greenback, dengan pelemahan terdalam sebesar 0,87% dialami won Korea Selatan.

Mata uang Negeri Ginseng, seperti dilaporkan Bloomberg, harus mengalami pelemahan terdalam menyusul penyebaran yang makin meluas di kawasan tersebut, membuat menjauhi aset berisiko. Pemerintah Korea Selatan melaporkan 52 kasus baru, sehingga total menjadi 156 kasus, sedangkan dua orang yang dievakuasi ke Australia dari kapal pesiar di Jepang juga dinyatakan positif terjangkit virus.

“Mata uang emerging market Asia kemungkinan akan tetap di bawah tekanan dalam waktu dekat,” ujar kepala riset Asia di Australia & New Zealand Banking Group Ltd., Khoon Goh. “Sama seperti yang merasa nyaman dengan jatuhnya kasus COVID-19 baru di China, lonjakan infeksi secara tiba-tiba di bagian lain Asia, terutama di Jepang dan Korea Selatan, telah memicu kekhawatiran baru.”

Seiring dengan pergerakan mata uang di Benua Kuning, indeks dolar AS juga terpantau berbalik negatif pada hari Jumat, ketika aset safe haven seperti yen Jepang harus menuju minggu terburuk dalam dua setengah tahun. Mata uang Paman Sam terpantau melemah 0,068 poin atau 0,07% ke level 99,797 pada pukul 13.15 WIB, setelah kemarin berakhir naik 0,160 poin atau 0,16%.

Seperti diberitakan Reuters, penjualan besar selama dua hari, menyusul data domestik yang lemah dan kekhawatiran yang meningkat tentang kejatuhan ekonomi akibat virus corona, membuat yen terpuruk pada level terendah sejak April lalu dan investor mempertanyakan nilainya sebagai tempat yang aman. Mata uang Negeri Sakura telah kehilangan 2% terhadap dolar AS.

“Kasus-kasus baru di Korea Selatan dan di Jepang, jelas telah memberi sedikit orang keraguan terhadap yen dan Jepang sebagai tempat yang aman,” kata kepala global FX di HSBC, David Bloom. “Mereka berpikir, mungkin franc Swiss dan emas lebih baik. Namun, saya pribadi belum siap untuk meninggalkan ide yen sebagai aset yang aman.”

Loading...