Akhiri Pekan, Rupiah Terkulai Anjlok 256 Poin

Rupiah - www.beritamoneter.comRupiah - www.beritamoneter.com

JAKARTA – semakin terbenam di zona merah pada Jumat (13/3) sore, ketika investor sedang dalam periode penghindaran aset berisiko imbas kepanikan yang ditimbulkan wabah corona. Menurut Index pada pukul 15.59 WIB, Garuda melemah tajam 256 poin atau 1,76% ke level Rp14.778 per dolar AS.

Sementara itu, siang tadi Bank Indonesia menetapkan tengah berada di posisi Rp14.815 per dolar AS, anjlok 325 poin atau 2,24% dari perdagangan sebelumnya di level Rp14.490 per dolar AS. Di saat yang bersamaan, mayoritas mata uang Asia juga harus tertunduk lesu, dengan pelemahan terdalam sebesar 2,05% menghampiri rupiah, disusul won Korea Selatan yang melorot 1,46%.

berada dalam periode penghindaran risiko yang ekstrem ketika langkah-langkah dan bank sentral belum dapat membalikkan situasi panik dan memulihkan kepercayaan diri,” jelas senior emerging markets strategist di TD Securities, Singapura, Mitul Kotecha, dilansir Bloomberg. “Gambarannya telah bergeser dari mengurangi exposure atas aset-aset berisiko ke fase yang lebih intens dari likuidasi aset. Bahkan, aset-aset safe haven kehilangan pijakan.”

Dari pasar , indeks dolar AS melorot tipis pada hari Jumat karena investor berburu aset aman di tengah kepanikan yang semakin mendalam tentang coronavirus, sedangkan euro mengalami kerugian setelah Bank Sentral Eropa mengecewakan investor dengan tidak menurunkan suku bunga. Mata uang Paman Sam terpantau melemah 0,068 poin atau 0,07% ke level 97,400 pada pukul 12.05 WIB.

Dilansir Reuters, greenback menahan kenaikan terhadap sebagian besar mata uang setelah pasar ekuitas jatuh di tengah kekhawatiran tentang dampak dari virus seperti flu. Federal Reserve bergerak untuk menyediakan 1,5 triliun dolar AS dalam likuiditas jangka pendek dan mengubah jangka waktu Treasury yang dibeli, tetapi investor berharap The Fed harus melangkah lebih jauh untuk mengembalikan ketenangan ke pasar keuangan.

Italia, yang telah menjadi hot spot Eropa untuk infeksi coronavirus, telah secara efektif menempatkan seluruh negaranya di kuncian untuk mencoba memperlambat penyebaran virus. Investor juga menyatakan kekecewaan dengan tanggapan pemerintah terhadap meningkatnya infeksi di Amerika Serikat, dan pedagang memperingatkan akan ada lebih banyak gangguan di berbagai pasar keuangan.

Loading...