Joe Biden Effect, Rupiah Berakhir Menguat Tajam

Rupiah - www.jatengpos.comRupiah - www.jatengpos.com

JAKARTA – Rupiah melenggang mulus di zona hijau pada Kamis (5/11) sore seiring dengan proyeksi kemenangan Joe Biden dalam pemilihan dan kabar bahwa vaksinasi sudah dapat dilakukan di Indonesia pada Desember mendatang. Menurut catatan Index pada pukul 14.59 WIB, mata uang Garuda ditutup menguat tajam 185 poin atau 1,27% ke level Rp14.380 per dolar AS.

Sementara itu, data yang diterbitkan Bank Indonesia pukul 10.00 WIB tadi menetapkan referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) berada di posisi Rp14.439 per dolar AS, meroket 118 poin atau 0,81% dari sebelumnya di level Rp14.557 per dolar AS. Di saat yang bersamaan, mata uang Asia bergerak variatif, dengan kenaikan tertinggi sebesar 0,96% dialami rupiah dan pelemahan terdalam sebesar 0,26% menghampiri won Korea Selatan.

“Nilai tukar rupiah kemungkinan akan menyentuh level Rp14.350 per dolar AS pada November ini,” tutur Direktur TRFX Garuda Berjangka, Ibrahim, dikutip dari Bisnis. “Hal itu seiring dengan proyeksi kemenangan Joe Biden pada pemilihan presiden AS dan kabar Indonesia yang dapat divaksinasi pada Desember 2020. Sentimen itu berhasil mengalahkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III 2020 yang diyakini mengalami resesi.”

Berdasarkan laporan CNBC Indonesia, sepertinya investor merespons positif hasil sementara pemilihan presiden AS. Per pukul 09.14 WIB hari ini, penantang dari Partai Demokrat mendapatkan 71.918.944 suara, dengan 264 suara elektoral (electoral college). Dengan hanya membutuhkan 270 suara elektoral, sepertinya langkah Joe Biden ke Gedung Putih agak mustahil terbendung.

Dengan data terbaru tersebut, indeks dolar AS harus tergelincir ke level paling lemah dalam lebih dari dua tahun terhadap yuan dan terdepresiasi terhadap mata uang Asia lainnya. Mata uang Paman Sam terpantau melemah tipis 0,026 poin atau 0,03% ke level 93,368 pada pukul 11.04 WIB dan terjun ke posisi 6,6381 terhadap yuan onshore.

Dikutip dari Reuters, keuangan, bagaimanapun, harus bersiap selama berhari-hari, atau bahkan berminggu-minggu, dalam ketidakpastian karena calon incumbent, Donald Trump, dari Partai Republik telah membuka serangan multi-cabang terhadap penghitungan suara di beberapa bagian dengan mengajukan tuntutan hukum dan penghitungan ulang. Itu bisa menghambat pergerakan dolar AS dalam jangka pendek.

Biden telah mengklaim negara bagian Midwestern yang penting di Wisconsin dan Michigan. Laporan menunjukkan mantan wakil presiden tersebut memimpin di Nevada dan Arizona, sementara Trump memimpin di Georgia. Harapan bahwa Biden akan mengambil nada yang sedikit lebih lembut pada kebijakan perdagangan kemungkinan akan melemahkan terhadap mata uang negara-negara yang sering menghadapi ancaman tarif selama pemerintahan Trump.

Loading...