JNE Terapkan Biaya Asuransi 0,2% dari Harga Barang Kiriman

Untuk lebih menjamin keamanan kiriman dan sebagai tindakan preventif, salah satu pengiriman terbesar di , yaitu , juga menerapkan asuransi barang. Asuransi ini terutama ditujukan untuk kiriman barang atau dokumen yang berharga, seperti nilai barang lebih dari Rp.1.000.000, nilai barang lebih besar dibandingkan 10 kali ongkos kirim, serta dokumen-dokumen penting.

“Namun jika pelanggan tidak bersedia diasuransikan, maka harus ada perjanjian pada saat dan menuliskannya pada Form Penolakan Asuransi,” tulis rilis resmi JNE. “Dan jika terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan pada paket (kiriman) tersebut, pihak JNE tidak bertanggung jawab untuk menggantinya.”

Jika kiriman (paket) diasuransikan, memang harus menambah untuk asuransi. biaya asuransi ini adalah (0,2% x barang) + Rp5.000 (biaya administrasi). barang yang dimaksud adalah beli barang yang dibuktikan dengan nota pembelian barang.

Misalnya, jika barang yang akan dikirimkan melalui paket JNE memiliki harga senilai Rp2.000.000, maka biaya asuransi JNE yang harus dibayarkan konsumen adalah (0,2% x Rp2.000.000) + Rp5.000 = Rp9.000.

Sementara untuk mengajukan klaim barang rusak atau hilang, konsumen harus menunjukkan bukti airway bill (resi yang asli), bukti resi asuransi, surat klaim (dilengkapi dengan identitas), serta invoice (faktur pembelian barang). Klaim bisa diajukan paling lambat 1×24 jam setelah kiriman barang diterima melalui costumer service di (021) 292788 atau email di customercare@jne.co.id, atau bisa menghubungi agen JNE terdekat.

Loading...