Jinak & Pemeliharaan Mudah, Jual Beli Luwak di Surabaya Makin Marak

Meski termasuk hama alias binatang pengganggu, rupanya musang atau yang kerap disebut luwak ini justru sekarang banyak dipelihara. Pasalnya, eksotis ini jika sudah jinak bisa sangat lengket dengan tuannya. Bahkan sebagian besar pemelihara luwak mengaku bahwa perawatan luwak tidak sulit dan cukup simpel.

Musang termasuk hewan nokturnal (aktif di malam hari) dan habitat aslinya adalah di alam liar. Hewan berbulu ini memiliki ciri-ciri ekor yang panjang dan bentuk badan menyerupai kucing, namun lebih panjang dan ramping.

Beberapa musang ada yang termasuk golongan karnivora pemakan daging, namun ada pula beberapa musang yang memakan buah-buahan dan biji-bijian, salah satunya musang luwak yang kerap memakan biji kopi. Uniknya, biji-bijian yang dimakan oleh musang biasanya tak akan dicerna oleh tubuh, sehingga biji-biji tersebut keluar dalam kondisi utuh lewat kotorannya. Biji itulah yang kemudian diolah di menjadi kopi luwak yang bernilai tinggi.

Walaupun termasuk hewan liar, musang bisa dilatih layaknya hewan peliharaan yang jinak. Jenis musang di Indonesia juga ada banyak, mulai dari musang pandan, musang Bali, musang biul, musang akar, musang binturong, musang rase, musang Lombok, hingga yang paling mahal musang albino/leucistic.

Sebagian besar pecinta musang biasanya paling senang memelihara musang pandan karena mudah ditemui di mana saja. “Kasih makan pisang setiap hari sudah cukup buat musang. Ditambah jaga kebersihan kandang dan sesekali dikasih atau bila mau berikan variasi, dijamin beres. Apalagi, kotoran air besar dan kecil musang aromanya tidak sekuat seperti kucing,” kata pemelihara musang bernama Zulkifli.

Musang alias luwak banyak diperjual-belikan di Indonesia. Di sendiri musang pandan mulai umur 2-3 bulan dengan berkisar antara Rp 250 ribu hingga Rp 300 ribuan dan biasanya sudah dalam kondisi jinak total.

Loading...