Jepang Luncurkan Metode Tanam Mutakhir Tanpa Tanah

kimia asal Jepang, Denka, baru-baru ini meluncurkan sistem budidaya yang tidak lagi membutuhkan tanah. Metode ini melibatkan yang tumbuh di film polimer yang mengandung nutrisi, sekaligus menawarkan keuntungan dengan penggunaan volume air dan pupuk yang lebih sedikit dibandingkan dengan sistem tanam hidroponik konvensional.

Di Jepang, metode ini telah diterapkan untuk tumbuhan tomat, dan di masa depan, Denka bertujuan untuk mengembangkan sistem tersebut di lain yang memiliki masalah dengan tanah atau air. “Ini adalah tomat paling lezat yang pernah saya makan,” kata seorang pengunjung usai mencoba tomat yang tumbuh menggunakan sistem Denka di wilayah Prefektur Kanagawa, seperti dikutip .

Denka, sebelumnya dikenal sebagai Denki Kagaku Kogyo, didirikan pada tahun 1915 sebagai produsen pupuk. Untuk mengembangkan sistem budidaya menggunakan film polimer ini, perusahaan tersebut menjalin dengan Mebiol, sebuah perusahaan patungan yang diluncurkan Waseda University.

Tanaman nantinya dapat tumbuh tanpa air dengan menyebarkan film polimer. Untuk merangsang pertumbuhan, tetap digunakan pupuk kompos yang memiliki komponen utama asam humat. Dari sebuah tabung khusus yang dipasang di bawah film, pupuk cair bakal mengalir ke dalam film.

“Dibandingkan dengan hidroponik konvensional, metode ini mengurangi pemakaian air dan pupuk lebih dari setengahnya dan meningkatkan hasil panen sekitar 10 persen,” kata salah seorang pejabat Denka. “Tujuan kami adalah untuk menanam benih-benih baru menggunakan metode pertanian mutakhir.”

Di samping itu, film Mebiol ini juga dikembangkan untuk keperluan medis dengan melewati air dan nutrisi ketika menghentikan bakteri dan sejenisnya yang dapat merusak tanaman. Keuntungannya, risiko bakteri masuk dari tanah bisa diminimalkan sekaligus mengurangi jumlah kimia pertanian.

Saat ini, sistem ini telah digunakan untuk berbagai varian tomat, terutama tomat buah dengan kadar gula tinggi. Sistem ini juga dapat diterapkan untuk tanaman strawberry dan melon.

Selain kepada petani, Denka juga menjual sistem ini untuk perusahaan yang ingin masuk ke dalam agribisnis. Denka sendiri menargetkan dapat meraih sekitar 1 milyar yen (9.900.000 dolar AS) di penjualan dalam empat hingga lima tahun mendatang. Perusahaan juga berniat memperkenalkan sistem ini ke pasar luar negeri, khususnya kawasan yang memiliki masalah dengan tanah atau air, seperti China, Timur Tengah, dan Amerika Serikat.

Loading...