Jepang Buka Program Pelatihan untuk Tambah Tenaga Pengasuh Asing

TOKYO – Pemerintah berencana menambah tenaga kerja asing untuk perawat (pengasuh) di tersebut melalui pelatihan teknis internal. Hal ini dilakukan karena tenaga perawat di Negeri Matahari Terbit itu dirasa masih belum mencukupi.

The Technical Intern Training Program nantinya memungkinkan pekerja dari luar negeri tinggal di Jepang untuk jangka waktu tertentu sebelum kembali ke negara asal mereka. Otoritas yang berwenang juga telah mengeluarkan undang-undang pada Selasa (25/10) kemarin untuk program penambahan perawat ini dengan durasi waktu maksimal lima tahun.

Di samping itu, Jepang juga akan membiarkan tenaga perawat dengan status magang untuk tetap bekerja di negara tersebut dengan catatan telah memenuhi beberapa syarat, seperti selama masa pelatihan. Ini sekaligus menjadi langkah pertama untuk program tersebut.

Langkah ini harus dilakukan karena pemerintah Jepang khawatir kekurangan tenaga perawat. , Tenaga Kerja, dan Kesejahteraan Jepang berharap dapat menyediakan tenaga perawat sekitar 380.000 orang pada tahun 2025 mendatang. Di samping menyediakan upah yang tinggi bagi tenaga asli Jepang, pemerintah juga memerlukan bantuan asing untuk memenuhi target ini.

Sebenarnya, beberapa pengamat telah berpendapat bahwa Jepang memang harus mengendurkan pembatasan imigrasi untuk mengatasi kekurangan tenaga kerja yang cukup signifikan, termasuk di bidang perawatan, konstruksi, dan . Namun, gesekan dan kemungkinan terjadinya kerusuhan membuat pemerintah setempat masih enggan melakukannya.

Saat ini, Jepang menerima perawat asing melalui perjanjian kemitraan dengan Indonesia, Filipina, dan Vietnam. Tetapi, sejauh ini hanya 3.800 tenaga kerja yang telah datang melalui kemitraan ini. Dan, Jepang harus bersaing dengan negara-negara lain untuk mendapatkan pengasuh karena proporsi penduduk berusia 65 tahun ke atas di diperkirakan bakal melonjak dua kali lipat pada tahun 2040.

Loading...