Jenis Beragam, Harga Kaca Jendela Dipatok Berdasarkan Ketebalannya

Kaca Jendela - www.giannotticlaudio.it

Elemen sampai saat ini masih banyak dipakai sebagai unsur pendamping dalam membangun rumah. biasanya digunakan sebagai jendela, pendukung pada pintu, hingga digunakan dalam kamar mandi. Beberapa rumah yang bergaya kekinian pun juga sudah banyak yang justru mengutamakan penyematan jendela besar dari . Terutama rumah-rumah besar yang berada di area pegunungan dengan pemandangan indah. Harga jendela sendiri biasanya ditentukan berdasar kaca dan ketebalan kaca tersebut.

Ada beragam jenis kaca yang digunakan untuk jendela, yakni kaca bening atau polos, kaca rayban atau yang juga kerap disebut rayben, hingga kaca clear tempered. Karakteristik masing-masing kaca berbeda-beda. Misalnya saja kaca bening memiliki karakter sesuai namanya, baik di dalam maupun di luar kaca akan terlihat dengan jelas. Sedangkan kaca rayben sifatnya ‘one way’, yakni orang yang berada di luar tidak bisa melihat yang berada di balik kaca ketika kondisi sedang gelap. Namun jika dalam ruangan masih ada secercah cahaya biasanya akan sedikit terlihat.

Sementara itu untuk kaca tempered karakternya hampir mirip seperti kaca polos karena memiliki yang bening. Bedanya terletak dari segi kekuatan. Kaca tempered diklaim tidak mudah tergores dan 3-5 kali lebih kuat dari kaca biasa. Bahkan jika pecah kabarnya kaca tempered relatif lebih aman karena pecahannya tak tajam layaknya kaca biasa.

Harga kaca jendela bening mulai dari Rp 55 ribuan untuk tebal 2mm, kemudian tebal 5mm harganya Rp 97.500, dan yang paling tebal 10 mm harganya mencapai Rp 220 ribuan per meter persegi (m2). Lain lagi dengan kaca riben. Harga kaca rayben relatif lebih mahal, harganya berkisar antara Rp 75-230 ribuan untuk ukuran ketebalan 3-10 mm. Sedangkan kaca tempered tebal 5 mm harganya Rp 210 ribu per m2, tebal 12 mm Rp 460 ribu/m2, dan yang paling tebal, yakni 19 mm harganya dapat mencapai Rp 2,47 juta per meter persegi.

Meskipun terlihat sepele, berjualan kaca ternyata bisa mendatangkan hingga Rp 5 juta sehari bagi pria asal Borong, Kabupaten Matim, Yohanes Harmin Sahaja. “Para pembeli selama ini datang membeli kaca dan langsung pesan untuk dipotong. Model potongan tergantung , biasanya berupa kaca jendela rumah, kaca untuk cermin, dan kaca lemari,” kata Yohanes.

Tak tanggung-tanggung, pesanan kaca bukan hanya berasal dari dalam Kota Borong saja, bahkan ada pula yang membeli dari Aimere, Kabupaten Ngada dan Ruteng, Kabupaten Manggarai. Yohanes menjual berbagai jenis kaca, mulai dari kaca bening polos atau transparan hingga kaca riben.

Loading...