Jenderal Iran Tewas, Rupiah Berbalik Merah di Akhir Pekan

Rupiah - depositphotos.comRupiah - depositphotos.com

JAKARTA – harus berbalik ke teritori merah pada Jumat (3/1) sore ketika terbaru yang menyebutkan seorang jenderal Iran tewas dalam serangan udara AS di Irak menekan mayoritas mata uang berisiko. Menurut Bloomberg Index pada pukul 15.57 WIB, mata uang Garuda melemah 37 poin atau 0,27% ke level Rp13.930 per AS.

Sementara itu, Bank Indonesia siang tadi menetapkan tengah berada di posisi Rp13.899 per dolar AS, terdepresiasi 4 poin atau 0,03% dari perdagangan sebelumnya di level Rp13.895 per dolar AS. Di saat yang bersamaan, mayoritas mata uang harus takluk melawan , dengan pelemahan terdalam sebesar 0,53% dialami won Korea Selatan.

Bloomberg melaporkan, sejumlah mata uang Benua Kuning harus terjerembab pada hari Jumat, setelah sebuah serangan udara AS di Irak dikabarkan menewaskan Perwira Tinggi Iran, Jenderal Qassem Soleimani. Kematian jenderal Iran ini lantas meningkatkan kekhawatiran akan konflik bersenjata antara AS dan Iran yang dapat dengan mudah menarik lainnya.

“Kurs mata uang Asia menghadapi tekanan yang meningkat setelah serangan udara di Irak karena telah menyebabkan daya tarik aset berisiko memburuk,” tutur pakar strategi senior emerging market di TD Securities, Mitul Kotecha. “Meskipun tidak ada implikasi langsung untuk Asia, intensifikasi ketegangan geopolitik apa pun dan akibatnya atas penghindaran aset berisiko kemungkinan akan menahan mata uang Asia.”

Dari , indeks dolar AS mampu membalikkan pelemahan baru-baru ini, ketika berita negatif tentang Inggris dan Eropa membebani sejumlah saingan utama, menjelang rilis data manufaktur AS. Mata uang Paman Sam terpantau menguat tipis 0,021 poin atau 0,02% menuju level 96,867 pada pukul 15.01 WIB.

Dilansir Reuters, survei terbaru menunjukkan output pabrik Inggris turun sepanjang Desember 2019 di tingkat tercepat sejak 2012, sedangkan sektor manufaktur Jerman tetap dalam kontraksi. Hal itu membuat pound sterling bergeser ke level 1,3154 terhadap dolar AS, sedangkan euro tergelincir ke posisi 1,1173 terhadap greenback.

Saat ini, pasar menantikan rilis indeks aktivitas manufaktur AS yang diperkirakan menunjukkan sedikit kenaikan ke 49,0 pada bulan Desember 2019, dari 48,1 pada bulan sebelumnya. Sebelumnya, data yang keluar pada Kamis (2/1) kemarin menunjukkan klaim pengangguran turun lebih rendah minggu lalu, sinyal positif untuk pasar tenaga kerja.

Loading...