Jelang Tutup Tahun 2018, Rupiah Berakhir Negatif

Rupiah - merahputih.comRupiah - merahputih.com

JAKARTA – Rupiah ternyata gagal menutup akhir pekan (28/12) ini di teritori hijau sebelum pergantian tahun, ketika indeks AS relatif tertekan di pasar karena kepercayaan konsumen Negeri Paman Sam menurun. Menurut data Index pada pukul 15.57 WIB, Garuda berakhir melemah 7 poin atau 0,05% ke level Rp14.568 per dolar AS.

Sementara itu, Bank Indonesia siang tadi menetapkan kurs tengah berada di posisi Rp14.542 per dolar AS, naik 12 poin atau 0,14% dari perdagangan sebelumnya di level Rp14.563 per dolar AS. Di saat yang hampir bersamaan, mayoritas mata uang Asia mengungguli , dengan kenaikan tertinggi sebesar 0,42% dialami yen Jepang.

Dari pasar , indeks dolar AS terpantau bergerak lebih rendah pada akhir pekan, karena penurunan kepercayaan konsumen AS menghidupkan kembali kekhawatiran tentang perlambatan ekonomi terbesar di dunia. Mata uang Paman Sam terpantau melemah 0,410 poin atau 0,15% menuju level 96,340 pada pukul 13.53 WIB, setelah kemarin (27/12) berakhir di posisi 96,4810.

Dikutip dari Reuters, data yang rilis pada hari Kamis waktu setempat menunjukkan bahwa kepercayaan konsumen AS turun ke level terendah di lebih dari tiga tahun, sekaligus menghidupkan kembali kekhawatiran tentang prospek pertumbuhan Negeri Paman Sam dan global. Ketakutan pertumbuhan global memicu gelombang baru suasana risk-off, yang meningkatkan permintaan untuk obligasi Treasury AS dan merusak permintaan untuk buck.

“Ukuran kepercayaan konsumen yang menurun ditambahkan ke serangkaian data AS yang buruk, yang menunjukkan momentum yang melambat dalam dan upah pertumbuhan,” kata ahli strategi senior FX di Maybank, Christopher Wong. “Ditambah dengan panduan Federal Reserve yang dovish adalah kemungkinan akan mendukung ‘perubahan lingkungan’ untuk dolar AS di tahun depan.”

Bursa saham AS kembali berakhir di wilayah positif pada Kamis kemarin, meskipun sempat melemah sepanjang perdagangan ketika sentimen penghentian sebagian pemerintah federal AS (partial government shutdown) terus membebani greenback. Rebound pada bursa saham AS ini sekaligus membantu mengerek sentimen untuk aset berisiko.

Loading...