Jelang Rilis PDB China, Rupiah Melemah di Awal Pekan

Rupiah MelemahRupiah harus berbalik ke teritori merah ketika membuka perdagangan awal pekan (21/1) ini jelang rilis PDB China - tirto.id

JAKARTA – harus berbalik ke teritori merah ketika membuka awal pekan (21/1) ini jelang rilis PDB China. Seperti dipaparkan Index, mata uang Garuda memulai transaksi dengan melemah 35 poin atau 0,25% ke level Rp14.213 per AS. Sebelumnya, spot sempat ditutup menguat 14 poin atau 0,10% di posisi Rp14.178 per AS pada akhir pekan (18/1) kemarin.

“Penguatan tipis rupiah pada akhir pekan kemarin disebabkan oleh faktor teknikal. Capital inflow atau aliran modal yang masuk ke pasar masih kuat sejak awal tahun 2019,” ujar kepala ekonom BCA, David Sumual, dilansir Trubun News. “ mencatat, aliran modal asing yang masuk ke Indonesia sampai 17 Januari 2019 mencapai Rp14,75 triliun.”

Selain itu, David menambahkan, Bank Indonesia dinilai masih sigap menanggapi kondisi perlambatan global dengan menahan acuan di kisaran 6%. Ini merupakan bentuk kewaspadaan Bank Indonesia karena dampak ketidakpastian ekonomi global sampai dalam jangka waktu menengah. “Karena adanya real demand, dana asing yang masuk membantu menguatkan rupiah,” sambung David.

Meski demikian, analis senior Bank Mandiri, Reny Eka Putri, mengingatkan bahwa neraca perdagangan yang defisit mencapai 8,57 miliar akan menjadi tantangan ekonomi Indonesia. Dari segi eksternal, penting juga untuk memerhatikan pernyataan dari Bank Sentral AS dan Eropa pada minggu depan karena pasti akan memengaruhi market.

Namun, keduanya kompak memprediksi bahwa rupiah masih akan mampu bergerak positif pada awal pekan ini. David memperkirakan mata uang Garuda akan melaju di kisaran Rp14.150 hingga Rp14.220 per dolar AS. Sementara, Reny menuturkan bahwa mata uang domestik akan bergerak di kisaran Rp14.100 hingga Rp14.198 per dolar AS.

Di sisi lain, analis Monex Investindo, Dini Nurhadi Yasyi, menyampaikan bahwa pergerakan rupiah terhadap dolar AS masih akan stabil di kisaran Rp14.050 hingga Rp14.280 per dolar AS. Hanya saja, pergerakan rupiah hari ini akan dipengaruhi dari antisipasi data Domestik Bruto (PDB) China yang dirilis pada pukul 09.00 waktu setempat.

Loading...