Jelang Rilis Notulensi FOMC, Rupiah Ditutup Melonjak

Rupiah - www.tangandiatas.comRupiah - www.tangandiatas.com

JAKARTA – Rupiah mampu melaju mulus di area hijau sepanjang perdagangan Kamis (29/11) ini, setelah indeks dolar AS terus bergerak melemah jelang rilis notulensi rapat kebijakan . Menurut Bloomberg Index pada pukul 15.57 WIB, Garuda terpantau menguat 146 poin atau 1,01% menuju level Rp14.383 per dolar AS.

Sementara itu, Bank siang tadi menetapkan kurs tengah berada di posisi Rp14.408 per dolar AS, melonjak 127 poin atau 0,87% dari perdagangan sebelumnya di level Rp14.535 per dolar AS. Di saat yang bersamaan, mayoritas mata uang mengungguli , dengan kenaikan tertinggi sebesar 1,22% dialami rupiah, disusul rupee India yang menguat 0,72%.

Dari , indeks dolar AS terus bergerak lebih rendah pada hari Kamis, setelah Gubernur Federal Reserve, Jerome Powell, mengatakan bahwa suku bunga AS masih sedikit di bawah netral, yang membuat beranggapan siklus kenaikan mendekati akhir. Mata uang Paman Sam terpantau melemah 0,028 poin atau 0,03% menuju level 96,758 pada pukul 10.57 WIB.

Seperti diberitakan Reuters, pernyataan Powell mengejutkan pasar mata uang karena ia mencatat bahwa tingkat suku bunga sekarang, pada 2-2,25%, ‘hanya di bawah’ kisaran luas perkiraan netral, yang pada bulan September adalah 2,5-3,5%. Pandangan ini melanjutkan komentar pada bulan Oktober lalu, ketika Powell mengatakan bahwa suku bunga pada titik ini ‘jauh dari netral’.

Pernyataan Gubernur The Fed tersebut menyebabkan dolar AS melemah terhadap seluruh mata uang utama dunia, terutama terhadap mata uang berisiko seperti dolar Australia dan Selandia Baru. Kedua kurs masing-masing naik 1,2% setelah pernyataan Powell. Kemudian, penguatan Aussie berlanjut, sedangkan mata uang Kiwi berbalik melemah.

“Komentar Powell dibaca sebagai terlalu hawkish pada bulan Oktober dan sampai taraf tertentu, pidatonya semalam telah menetralkan itu,” kata ahli strategi mata uang senior di NAB, Rodrigo Catril. “Sekarang investor hanya memperkirakan kenaikan suku bunga pada bulan Desember dan hanya satu kenaikan lagi pada tahun 2019 mendatang.”

Saat ini, pasar menantikan rilis notulensi rapat kebijakan Federal Reserve dari pertemuan bank sentral 7-8 November yang akan diumumkan hari ini pukul dua siang waktu setempat atau 19.00 WIB. Jika notulensi Federal Reserve mempersiapkan untuk mengubah kebijakan suku bunga ke netral, ini akan menjadi pidato kedua Powell.

Loading...