Jelang Rilis NFP AS, Rupiah Positif di Akhir Pekan

rupiah - banjarmasin.tribunnews.comrupiah - banjarmasin.tribunnews.com

JAKARTA – terus bergerak menguat pada perdagangan Jumat (7/12) sore seiring dengan pergerakan lainnya, sedangkan melemah, ketika menantikan nonfarm payrolls AS bulan November. Menurut catatan Bloomberg Index pada pukul 15.51 WIB, Garuda menguat 40 poin atau 0,28% ke level Rp14.480 per dolar AS.

Sementara itu, Bank siang tadi menetapkan kurs tengah berada di posisi Rp14.539 per dolar AS, melemah 32 poin atau 0,22% dari perdagangan sebelumnya di level Rp14.507 per dolar AS. Di saat yang bersamaan, mayoritas mata uang Asia perkasa melawan greenback, dengan kenaikan tertinggi sebesar 0,55% menghampiri rupee India.

Dari pasar , indeks dolar AS bergerak lebih rendah pada akhir pekan, tertekan spekulasi baru bahwa kenaikan suku bunga yang diharapkan secara luas akhir bulan ini mungkin menjadi yang terakhir sebelum Federal Reserve menyentuh tombol jeda pada pengetatan moneter. Mata uang Paman Sam terpantau terdepresiasi tipis 0,016 poin atau 0,02% ke level 96,794 pada pukul 11.00 WIB.

Seperti diberitakan Reuters, telah mengkhawatirkan penurunan tajam imbal hasil Treasury AS baru-baru ini, dengan inversi kurva imbal hasil menandakan perlambatan ekonomi yang tajam, atau bahkan resesi. Saat ini, pasar menantikan laporan nonfarm payrolls AS bulan November, angka pengangguran, dan upah yang akan dirilis hari ini waktu setempat, untuk mendapatkan petunjuk bagaimana ekonomi AS sedang berjalan.

“Boleh dibilang, salah satu bagian terkuat dari ekonomi Paman Sam adalah pasar tenaga kerja” ujar kepala penelitian di broker valuta asing Pepperstone, Chris Weston, yang berbasis di Melbourne. “Jika laporan nonfarm payrolls menunjukkan pelemahan atau retakan, maka sinar dolar AS mungkin akan mulai memudar.”

Sebelumnya, greenback telah tergelincir setelah Gubernur The Fed, Jerome Powell, mengatakan bahwa suku bunga acuan mendekati level netral, yang ditafsirkan oleh pasar sebagai sinyal perlambatan kenaikan suku bunga. Jika The Fed menaikkan suku bunga pada pekan depan, itu akan menjadi kenaikan keempat sepanjang 2018, dan investor fokus pada seberapa jauh siklus pengetatan akan dijalankan.

Loading...