Jelang Rilis Neraca Dagang, Rupiah Dibuka Menguat 0,25%

Rupiah dibuka menguat senin (15/4)Rupiah dibuka menguat senin (15/4) - www.beritasatu.com

JAKARTA – mampu meneruskan tren positif pada awal pekan (15/4) ini, seiring dengan pelemahan yang dialami greenback. Menurut data Index, mata uang Garuda dibuka menguat 35 poin atau 0,25% ke level Rp14.085 per . Sebelumnya, spot sudah ditutup naik 20 poin atau 0,14% di posisi Rp14.120 per AS pada akhir pekan (12/4) kemarin.

Sementara itu, indeks terpantau bergerak lebih rendah pada Senin pagi ini. Mata uang Paman Sam diperdagangkan melemah 0,068 poin atau 0,07% ke level 96,904 pada pukul 08.23 WIB. melanjutkan pelemahan yang telah berlangsung sejak Jumat waktu setempat, dengan ditutup terdepresiasi 0,205 poin atau 0,21% di posisi 96,972.

“Saat ini, pelaku domestik menantikan rilis Indonesia di bulan Maret 2019. Meskipun neraca dagang nantinya defisit, namun itu tidak akan berpengaruh besar terhadap rupiah,” ujar analis Asia Trade Point Futures, Deddy Yusuf Siregar, dilansir Kontan. “Pasalnya, arus modal asing yang masuk ke saham dan obligasi Indonesia masih tergolong tinggi. Sentimen ini dapat menjadi tameng bagi rupiah jika neraca dagang kurang memuaskan.”

Sedikit berbeda, ekonom Bank Central Asia, David Sumual, menuturkan bahwa pergerakan rupiah akan sangat dipengaruhi oleh hasil data neraca perdagangan Indonesia periode Maret yang akan dirilis hari ini. Di samping itu, arah rupiah juga akan ditentukan oleh perkembangan lanjutan negosiasi dagang antara AS dan .

“Kedua negara sebenarnya sudah menyepakati mayoritas butir perjanjian yang dirundingkan. Namun, para pelaku pasar masih menantikan beberapa detail perjanjian dagang dari kedua belah pihak,” kata David. “Lebih lanjut, walau beberapa hari lalu Dana Moneter Internasional (IMF) memangkas proyeksi tingkat pertumbuhan ekonomi global menjadi 3,3% pada tahun ini, hal tersebut justru dapat memberi angin segar bagi rupiah.”

Menurut David, risiko yang dihadapi rupiah akibat kebijakan moneter AS akan berkurang karena potensi perlambatan pertumbuhan global akan semakin memperkuat ekspektasi bahwa akan menahan acuan. Ia memprediksi, pada hari ini, rupiah bergerak di kisaran Rp14.080 hingga Rp14.180 per dolar AS.

Loading...