Jelang Rilis Data NFP AS, Rupiah Rebound di Jumat Sore

Rupiah - citypost.idRupiah - citypost.id

Rupiah mampu membalikkan posisi ke area hijau pada Jumat (6/7) sore ketika fokus beralih dari tarif impor terhadap China ke rilis laporan nonfarm payroll AS. Menurut Index pukul 15.59 WIB, Garuda terpantau menguat 19 poin atau 0,13% menuju level Rp14.375 per di akhir pekan.

Sebelumnya, rupiah ditutup terdepresiasi 31 poin atau 0,22% di posisi Rp14.394 per dolar AS pada perdagangan Kamis (5/7) kemarin. Tren negatif mata uang NKRI berlanjut pagi tadi dengan dibuka turun 8 poin atau 0,06% ke level Rp14.402 per dolar AS. Namun, setelah itu, spot mampu bangkit meski gerak mayoritas mata uang Asia tertekan.

Sementara itu, Bank Indonesia siang tadi menetapkan kurs tengah berada di posisi Rp14.409 per dolar AS, melemah 22 poin atau 0,15% dari perdagangan sebelumnya di level Rp14.387 per dolar AS. Di saat yang bersamaan, mayoritas mata uang Asia tidak berdaya versus greenback, dengan pelemahan terdalam sebesar 0,39% menghampiri yuan China.

Dari pasar , indeks dolar AS sebenarnya bergerak lebih tinggi terhadap sekeranjang mata uang utama pada hari Jumat, di tengah fokus pasar yang beralih dari tarif impor AS ke rilis data pekerjaan Paman Sam. Mata uang greenback terpantau menguat tipis 0,031 poin atau 0,03% ke level 94,426 pada pukul 10.31 WIB, setelah sebelumnya berakhir melemah 0,136 poin atau 0,14% di posisi 94,395.

Seperti diberitakan Reuters, tarif administrasi pemerintahan senilai 34 miliar dolar AS terhadap produk impor asal China mulai berlaku pada Jumat siang WIB. Beijing mengatakan akan segera menanggapi dan dengan langkah yang sama terhadap barang-barang asal AS, mulai kendaraan roda empat hingga kedelai.

“Tarif impor memang mulai berlaku,” ujar manajer cabang Tokyo untuk State Street Bank & Trust, Bart Wakabayashi. “Tetapi ini akan membutuhkan waktu tiga, enam, atau 12 bulan sebelum dampaknya terlihat. Secara keseluruhan, pergerakan mata uang utama akan dipengaruhi laporan pekerjaan nonfarm AS pada akhir pekan ini.”

Saat ini, fokus pasar tertuju pada laporan nonfarm payroll AS yang akan diumumkan Jumat waktu setempat. Sebelumnya, laporan ADP yang dirilis Kamis kemarin menunjukkan bahwa sektor swasta menambahkan 177 ribu pekerjaan baru pada bulan Juni 2018, di bawah 190 ribu yang diharapkan, sedangkan PHK naik 18% menjadi 37.202 pada bulan keenam.

Loading...