Jelang RDG BI, Rupiah Dibuka Menguat 39 Poin ke Rp 14.064/USD

Rupiah - www.medanbisnisdaily.comRupiah - www.medanbisnisdaily.com

Jakarta dibuka menguat 39 poin atau 0,28 persen ke posisi Rp 14.064 per AS di awal pagi hari ini, Rabu (20/2). Kemarin, Selasa (19/2), Garuda berakhir terapresiasi sebesar 4 poin atau 0,03 persen ke level Rp 14.103 per USD.

Sementara itu, indeks dolar AS yang mengukur pergerakan the terhadap enam mata uang utama terpantau melemah. Pada akhir perdagangan Selasa atau Rabu pagi WIB, indeks dolar AS terus melemah lantaran sentimen pengambilan risiko tetap bersama investor dengan harapan bahwa ketegangan perdagangan mungkin dapat berkurang.

Seperti dilansir Antaran, dolar Australia secara luas dipandang sebagai barometer ‘mood’ risiko global, memperpanjang kenaikannya terhadap dolar AS, lantaran China dan Amerika Serikat hendak melakukan putaran baru konsultasi ekonomi dan perdagangan di Washington pekan ini.

Pound sterling Inggris pun terus bergerak lebih kuat terhadap dolar AS pada Selasa (19/2). Para pelaku pasar mencerna berita bahwa Perdana Menteri Inggris Theresa May akan melakukan pertemuan dengan Presiden Komisi Eropa Jean-Claude Juncker di Brussels pada Rabu waktu setempat demi memperjuangkan konsensus Brexit. May dilaporkan bakal memberi proposal hukum baru pada Uni Eropa untuk merampungkan masalah ‘backstop’ Irlandia, salah satu rintangan utama untuk Brexit yang lancar, demikian dilaporkan oleh Guardian.

Analis Trade Point Futures Deddy Yusuf Siregar berpendapat, rupiah berhasil menguat karena sentimen perundingan dagang antara Amerika Serikat dengan China menjelang berakhirnya masa gencatan senjata pada 1 Maret 2019 mendatang. Di samping itu, BI juga tetap berupaya mengintervensi rupiah melalui transaksi domestik non-deliverable forward (DNDF).

Analis Pasar Uang Bank Mandiri Reny Eka Putri menambahkan, rupiah pun memperoleh suntikan tenaga menjelang Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank (BI) yang dilaksanakan pada tanggal 20-21 Februari 2019. “Bank sentral diperkirakan tetap menahan suku bunga acuan atau BI 7-day repo rate (BI 7-DRR) di level yang sama dengan saat ini. Kami percaya BI akan menahan suku bunga acuan di level 6%,” kata Reny, seperti dilansir Kontan.

Hal ini sejalan dengan langkah Federal Reserve yang cenderung dovish. Sebagai informasi, sebelumnya The Fed mengungkapkan jika pihaknya akan lebih berhati-hati dalam menaikkan suku bunga acuan sepanjang tahun 2019 ini.

Loading...