Jelang Pidato Gubernur The Fed, Rupiah Terkoreksi Tipis di Akhir Pekan

Janet Louise Yellen- the Chair of the Board of Governors of the Federal Reserve System

Setelah bergerak sepanjang perdagangan, rupiah akhirnya harus rela berada di zona merah pada penutupan spot akhir pekan ini (27/5). Menurut laporan Bloomberg Index pukul 15.59, Garuda tipis 3 poin atau 0,02% ke level Rp13.587 per dolar AS.

Sebelumnya, rupiah mengawali perdagangan dengan menguat 6 poin atau 0,04% ke Rp13.579 per dolar AS. Kemudian, mata uang Garuda kembali naik tipis 1 poin atau 0,01% ke Rp13.584 per dolar AS pada jeda siang. Namun, rupiah berbalik terkoreksi 1 poin atau 0,01% ke posisi Rp13.586 per dolar AS jelang penutupan spot pada pukul 15.41 WIB.

Pelemahan rupiah juga diwartakan oleh . Pada pukul 16.29 WIB, mata uang Garuda terkoreksi tipis 7 poin atau 0,05% ke posisi Rp13.565 per dolar AS.

Menurut Ekonom Bank Permata, Josua Pardede, meski sempat menguat pada perdagangan sebelumnya, rupiah memang masih dalam tren pelemahan. “Dolar AS biasanya menguat jelang pernyataan pejabat , apalagi Janet sebagai pimpinan tertinggi (Gubernur ),” ujar Josua.

Memang, Janet Yellen dijadwalkan akan menyampaikan pidatonya setelah pasar saham Asia ditutup hari ini dalam sebuah acara di Massachusetts. Sejumlah analis berpendapat, Yellen akan meneruskan retorika untuk menaikkan suku bunga The Fed.

Sebelumnya, sejumlah anggota The Fed memproyeksi akan menaikkan suku bunga acuan sebanyak dua kali pada tahun ini. Dan, Yellen pun dapat menggunakan pidatonya hari ini untuk memberikan sinyal ke mana arah kebijakan mereka.

Loading...