Jelang Panen Raya, Harga Cabai di Bulan Puasa tak akan Melonjak

Jakarta – Harga cabai jelang bulan Ramadhan tahun ini tampaknya tak akan mengalami lonjakan. Alasannya, sebulan setelah Ramadhan adalah masa panen raya cabai di berbagai daerah sentra produksi, seperti Garut, Magelang, Kediri dan Blitar.

Hal ini membuat para yang tergabung dalam Asosiasi Cabai Indonesia (AACI) berani menjamin harga cabai justru akan turun di periode Ramadhan .

Dijelaskan oleh seorang perwakilan AACI Abdul Hamid, harga cabai akan secara otomatis turun jika musim panen tiba karena suplai melonjak. Jika petani memaksa menaikkan harga, maka akan menyurutkan yang berakibat pada menumpuknya stok.

“Jadi kalau cabai justru sekarang sedang murah. Dan satu sampai satu setengah bulan ke depan akan murah karena panen raya,” ucapnya dalam acara focus group discussion di kantor pusat KPPU, Jakarta, kemarin (10/5).

Berdasarkan pantauannya, Hamid mengatakan bahwa harga cabai di pasar-pasar tradisional kini sekitar Rp 13.000/kg. Sedangkan di produksi seperti Garut dan Blitar, harganya hanya mencapai Rp 9.000/kg. Meski begitu, ada anomali dari harga cabai besar yang perlahan merangkak .

“Justru kami bingung yang mahal cabai besar. Biasanya cabai rawit dan keriting, cabai besar yang murah. Ini kebalik,” katanya.

Hamid memprediksi, cabai periode Hari Raya Idul Fitri, , maupun tahun baru tidak akan mengalami peningkatan signifikan, yakni hanya sebesar 5%. Berdasar perhitungannya, Hamid meramal harga cabai jelang Idul Fitri di bulan Juli nanti akan berada pada level Rp 15.000-20.000 per kilogram.

Loading...