Jelang Lebaran, Harga Tiket Bus Akas Asri Jakarta – Jember Naik

Harga, tarif, tiket, bus, jakarta, jember, normal, mudik, lebaran, sepeda, motor, PO, pemerintah, layanan, antar, kota, provinsi, AKAP, kelas, ekonomi, eksekutif, online, calo, terminal, akas asri, rute, trayek, pulogebang, tanjung, priok, kalideres,Armada bus Akas Asri jurusan Jember (sumber: flickr.com)

Umumnya, tiket akan mengalami kenaikan saat arus mudik lebaran. Namun Perusahaan Otobus atau PO dilarang menaikkan tiket selama musim mudik melebihi batas atas yang telah ditentukan. Imbauan tersebut berlaku bagi Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) kelas ekonomi.

Sedangkan untuk bus AKAP kelas dan eksekutif harga bisa disesuaikan dengan mekanisme , dengan aturan mencantumkan harga pada tiket yang diberikan dan juga pada loket penjualan tiket. Bagi PO yang terbukti melakukan pelanggaran akan dikenakan sanksi khusus mulai dari sanksi administrasi hingga pencabutan izin trayek.

Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Budi Setiyadi, membantah kabar beredar yang menyatakan bahwa harga tiket bus mengalami pelonjakan yang cukup tinggi. Ia mengaku telah meninjau langsung kesiapan sarana dan prasarana mudik di Pulo Gebang, Jakarta, pada Minggu, 3 Juni 2018. Berdasarkan peninjauan itu, dia memastikan kenaikan harga tiket tidak melebihi 10 persen dari harga normal.

Misalnya, harga atau tarif tiket bus normal jurusan Jakarta – Jember dengan menggunakan PO Akas Asri kelas eksekutif biasanya berkisar antara Rp340.000. Saat mudik lebaran, diperkirakan PO Akas Asri akan menaikkan tarif mulai sebesar 30%. Kisaran harga tiket bus jurusan Jember Eksekutif, H-10 dbanderol dengan harga Rp 510 ribu. Sedangkan H-9 sampai H-7 dibanderol dengan harga Rp 550 ribu. Pada H-6 sampai H-2 dibanderol dengan harga Rp 700 ribu. Adapun H-1 sampai H+2 dibanderol Rp 530 ribu dan H+3 sampai H+7 dibanderol Rp 480 ribu.

Masih menurut Budi, saat ini para penumpang juga dianggap telah makin sadar untuk tidak membeli tiket melalui calo yang terus meningkat keberadaannya menjelang Lebaran. Meski tidak semua melakukan pembelian tiket melalui online sebagaimana yang diimbau pemerintah. “Nah, saya tadi wawancara, yang kemajuan adalah mereka yakin bahwa pada saat membeli, memang belum semuanya online, mereka tidak lagi dengan calo. Jadi satu kemajuan yang berarti,” katanya kepada Viva.

Sebagai informasi, ada empat terminal utama dan lima terminal bantuan di Jakarta untuk melayani penumpang mudik Lebaran 2018. Empat terminal utama, yakni Terminal Terpadu Pulogebang di Jakarta Timur, Terminal Kalideres (Jakarta Barat), Terminal Kampung Rambutan (Jakarta Timur), dan Terminal Tanjung Priok (Jakarta Utara). “Jumlah terminal keberangkatan sama seperti tahun lalu, hanya Terminal Tanjung Priok yang sekarang ditetapkan jadi terminal utama,” ujar Wakil Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Sigit Widjiatmoko, dilansir dari TribunJakarta.

Untuk jumlah armada bus, Sigit Widjiatmoko mengatakan, selama mudik Lebaran 2018 sebanyak 2.955 unit. Antara lain terdiri dari bus AKAP DKI Jakarta sebanyak 2.370 unit dan bus bantuan dari bus kota antara lain Perum PPD, PT Mayasari Bhakti, PT Sinar Jaya Megah Langgeng, dan PT Bayu Holong Persada.

Sementara, bus bantuan dari bus pariwisata sebanyak 410 unit dari PT Big Bird, PT Eka Sari Lorena, PT Pahala Kencana, PT Sinar Jaya Megah Langgeng, PT Prima Jasa Perdanaraya Utama, dan Perum Damri.

Loading...