Jelang Demo 2 Desember, Rupiah Dibuka Melemah 24 Poin

Jakarta – Mata uang mengawali perdagangan pagi hari ini, Kamis (1/12) dengan pelemahan sebesar 0,18 persen atau 24 poin ke Rp 13.579 per AS. Kemudian rupiah melemah 0,13 persen atau 17 poin ke Rp 13.572 per AS. Sementara itu indeks AS menguat tipis 0,03 persen ke posisi 101,53.

Kemarin, mata uang Garuda berakhir menguat tipis 0,04 persen atau 5 poin ke Rp 13.555 per dolar AS usai diperdagangkan pada rentang angka Rp 13.512 hingga Rp 13.573 per dolar AS.

Ekonom Samuel Sekuritas , Rangga Cipta menjelaskan bahwa sepakat untuk memotong produksi mulai tahun 2017 mendatang bersama Rusia. Hal ini mengakibatkan harga brent hingga 9% di perdagangan .

Indeks dolar AS mulai mengalami penguatan usai beberapa waktu lalu tertekan. Pagi ini para pelaku pasar sedang menanti data indeks manufaktur sejumlah negara seperti China yang pagi ini diprediksi akan naik, zona Euro sore kelak juga diprediksi stabil, sedangkan AS malam hari nanti diperkirakan menguat tipis.

Kini pasar juga sedang fokus pada data pertambahan tenaga kerja non-pertanian AS yang akan dirilis Jumat malam dan diperkirakan naik tipis. Dolar AS diprediksi akan kembali berjaya. Sementara itu dari faktor dalam negeri, fokus beralih ke data inflasi November 2016 yang diperkirakan naik 3,48% YoY (year on year). Setelah data inflasi dilaporkan, pasar akan memantau aksi demonstrasi Jumat (2/12) besok.

“Naiknya pertumbuhan kredit Oktober 2016 serta membaiknya indeks manufaktur Indonesia November 2016 memberikan sinyal pertumbuhan PDB yang lebih baik pada kuartal IV/2016. Sentimen penguatan rupiah diperkirakan masih bertahan,” ungkap Rangga. “Pasar juga menunggu pembentukan kabinet ,” imbuh Pasar Uang Bank Mandiri Rully Arya Wisnusubroto.

Loading...