Jelang Akhir Tahun, Rupiah Dibuka Terapresiasi ke Rp 13.452

Jakarta – Menjelang akhir tahun ini, Garuda dibuka menguat 0,14 persen atau 19 poin ke posisi Rp 13.452 per pada awal pagi hari ini, Jumat (30/12). Kemudian terus melanjutkan penguatannya sebesar 0,39 persen atau 52 poin ke Rp 13.419 per dolar .

Sedangkan sebelumnya, rupiah ditutup terdepresiasi 0,08 persen atau 11 poin ke Rp 13.471 per dolar AS usai diperdagangkan pada rentang angka Rp 13.449 hingga Rp 13.490 per dolar AS.

Menurut Analis SoeGee Futures Nizar Hilmy, pergerakan rupiah cenderung stabil. Bahkan selama bulan Desember rupiah menguat sekitar 0,6 persen. Laju rupiah bulan ini juga lebih baik daripada bulan lalu yang anjlok sampai 3,8 persen.

“Setelah kenaikan The Fed di pertengahan Desember, ada sedikit penguatan pada rupiah,” kata Nizar Hilmy.

Sementara itu Analis Bank Mandiri, Reni Putri sebelumnya mengungkapkan bahwa pada penghujung tahun 2016 ini dolar AS semakin meningkat dan cukup memberi dampak pada keuangan Indonesia. Akan tetapi menurut Reni efek tersebut tak terlalu signifikan, terutama karena Indonesia tahun 2017 mendatang diprediksi lebih kuat daripada 2016.

“Kalau kita sendiri sih melihatnya tidak akan terlalu signifikan ya dampaknya karena kalau kita lihat kita kan masih cukup kuat kan kalau proyeksi pertumbuhan ekonomi ke depan itu juga masih akan lebih baik dengan tahun ini,” ucap Reni.

Oleh sebab itu ia yakin meski dengan peningkatan permintaan dolar AS menjelang tahun baru ini tak akan membuat rupiah di spot exchange. Reni memperkirakan sampai akhir tahun pergerakan rupiah akan stabil di posisi Rp 13.300 per dolar AS.

Loading...