Jelang Akhir Tahun, Ini Sederet Faktor yang Sebabkan Perkembangan Bitcoin Buruk Sepanjang 2018

Penurunan nilai bitcoin sepanjang tahun 2018 - coingape.com

2018 tampaknya bukan menjadi yang cemerlang bagi bitcoin. bitcoin sepanjang ini tak secerah 2017 lalu, di mana harga bitcoin masih berkisar di angka ratusan juta rupiah per koin-nya. Terakhir kali ini diperdagangkan di bawah USD 6.000 pada November 2017 lalu.

Penurunan nilai bitcoin semakin parah akibat dibobolnya 2 platform bursa pertukaran asal Korea Selatan. Serangan tersebut menimbulkan kerugian hingga Rp 1 triliun. Yang membuat kondisi semakin parah karena popularitas bitcoin di internet pun terus menurun. Berdasarkan data dari Google Trends, pencarian kata ‘bitcoin’ terus menurun dari Februari 2018 lalu seiring dengan melemahnya harga cryptocurrency tersebut.

Performa bitcoin sepanjang tahun ini memang dinilai buruk setelah hampir menyentuh angka USD 20.000 pada Desember 2017 lalu. Alhasil banyak yang mengeluarkan prediksi negatif seputar bitcoin. Jon Pearlstone dari surat kabar Cryptopatterns beberapa waktu lalu sempat menyebutkan jika nilai bitcoin akan anjlok ke USD 5.000. “Itu (USD 5.000) tampaknya akan jadi tujuan paling memungkinkan dari jalan yang akan ditempuh oleh Bitcoin,” katanya, seperti dilansir Detik melalui Forbes.

Setelah mencapai puncaknya pada tahun lalu, sebagian besar koin telah kehilangan lebih dari 80%. Bitcoin dilaporkan telah merosot sebanyak 85%, sedangkan jatuh mencapai 95%. Menjelang penghujung tahun 2018, sejumlah analis mengevaluasi kinerja bitcoin.

Tom Lee, Kepala Fundstrat Advisor yang berbasis di New York mengatakan, ada sejumlah faktor yang mempengaruhi kinerja negatif crypto secara luas, termasuk hambatan regulasi, ketidaksepakatan industri dan lingkungan global yang umumnya berisiko tinggi.

“Pasar global telah melihat risiko besar yang merosot, dan ini menghasilkan tekanan jual lebih lanjut pada bitcoin. Pertimbangkan bahwa beberapa pemegang bitcoin memiliki paparan besar terhadap FANG atau ekuitas (pengusaha Silicon Valley, misalnya),” kata Lee, seperti dilansir Marketwatch. FANG sendiri adalah akronim dari perusahaan teknologi besar seperti Facebook, Apple, Netflix, dan Google.

Lee menambahkan, hard fork Bitcoin Cash dan penawaran coin awal atau Initial Coin Offerings (ICO) yang menggelepar termasuk faktor yang juga membebani kinerja crypto sepanjang tahun 2018.

Sementara itu, mantan mitra Goldman Sachs dan manajer hedge-fund Mike Novogratz juga setuju bahwa hard fork juga memainkan peran dalam kinerja bitcoin yang kurang baik. “Rasanya seperti telah selesai. Tapi kemudian Bitcoin Cash memutuskan untuk ‘fork’ lagi. Pada saat yang sama SEC keluar dan menyiksa beberapa ICO dan berkata, ‘Oh, omong-omong, Anda dapat menuntut ganti rugi.’ Itu membuat takut banyak orang,” ujar Novogratz.

Loading...